Rayakan Satu Abad, Persebaya Bidik Gelar Juara Super League 2026/2027

12 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Persebaya Surabaya memasang target tinggi pada kompetisi BRI Super League 2026/2027. Memasuki musim yang bertepatan dengan perjalanan menuju usia satu abad, Bajol Ijo bertekad mengakhiri penantian dengan meraih gelar juara Liga Indonesia.

Direktur Operasional Persebaya, Candra Wahyudi, menegaskan manajemen tidak ingin sekadar mengulang pencapaian dua musim terakhir. Setelah dua kali finis di posisi empat besar, Persebaya kini ingin meningkatkan level dan bersaing untuk menjadi yang terbaik.

"Musim ini akan jadi musim yang sangat fenomenal bagi Persebaya karena akan menjadi musim ke-100 tahun usia Persebaya. Kami di manajemen punya target tinggi tahun ini," kata Candra saat menghadiri sesi Champions Stage dalam rangkaian Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (13/9/2026).

Dalam sesi tersebut, Persebaya berbagi panggung dengan sejumlah perwakilan klub olahraga Indonesia, termasuk Persib Bandung, Bogor Hornbills, Jakarta LavAni, dan Jakarta Pertamina Enduro.

Ambisi Persebaya menjadi juara Super League 2026/2027 semakin besar setelah Bajol Ijo berhasil mengangkat trofi Piala Presiden 2026.

Tim asuhan Bernardo Tavares itu menunjukkan kemampuan bersaing dengan meraih gelar tersebut. Meski demikian, Candra menilai kesuksesan di Piala Presiden belum bisa menjadi ukuran mutlak kekuatan Persebaya untuk menjalani kompetisi sepanjang musim.

Namun, hasil tersebut setidaknya memberikan gambaran positif mengenai perkembangan tim.

"Minimal di hasil Piala Presiden kemarin, kami bisa mengukur kemampuan kami. Seharusnya lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Candra.

Persebaya memang menunjukkan konsistensi dalam dua musim terakhir. Pada Liga 1 2024/2025, Bajol Ijo mengakhiri kompetisi di posisi keempat dengan torehan 56 poin dari 15 kemenangan, 11 hasil imbang, dan delapan kekalahan.

Semusim berselang, Persebaya kembali finis di peringkat keempat. Mereka mengoleksi 58 poin dari 34 pertandingan dengan catatan 16 kemenangan, 10 hasil imbang, dan delapan kekalahan.

Fondasi Dua Musim

Dua kali berturut-turut finis di empat besar menjadi fondasi penting bagi Persebaya untuk memasang target lebih tinggi.

Candra menyebut konsistensi tersebut menunjukkan bahwa Persebaya sudah memiliki basis yang cukup kuat untuk melangkah ke level berikutnya. Karena itu, musim 2026/2027 menjadi momentum bagi Bajol Ijo untuk tidak lagi sekadar bersaing di papan atas, tetapi memburu trofi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

"Kami sadar bahwa untuk menjadi juara ini tidak mudah. Kami sudah punya fondasi di dua musim terakhir, kami di peringkat empat. Artinya, kami bisa cukup stabil di posisi itu. Makanya di tahun ini kami menaikkan levelnya," tutur Candra. Persebaya pun ingin menjadikan perjalanan menuju usia 100 tahun sebagai momentum bersejarah. Manajemen berharap musim ini dapat ditutup dengan pencapaian tertinggi di kompetisi domestik. "Harapannya di 100 tahun Persebaya, kami bisa menjadi yang terbaik di Liga Indonesia," kata Candra. Target tersebut bahkan ditegaskan sebagai sebuah keharusan bagi klub yang berbasis di Kota Surabaya tersebut. "Kenapa harus juara? Ya, karena memang sebagai klub Kota Surabaya tidak mungkin ada target lain selain harus juara," tegasnya. Dengan modal konsistensi dua musim terakhir serta keberhasilan menjuarai Piala Presiden 2026, Persebaya kini memasuki Super League 2026/2027 dengan ekspektasi besar. Musim menuju satu abad klub pun berpotensi menjadi salah satu episode paling menentukan dalam perjalanan panjang Bajol Ijo.

Read Entire Article
Bisnis | Football |