Ruben Amorim Dipecat: Bukan Sekadar Hasil Buruk, Inilah Sosok-Sosok yang Depak Sang Manajer

1 month ago 24

Liputan6.com, Jakarta - Kursi kepelatihan Manchester United resmi ditinggalkan oleh Ruben Amorim pada Senin (5/1) waktu setempat. Keputusan ini menandai berakhirnya masa bakti sang manajer yang telah berlangsung selama kurang lebih 18 bulan di Old Trafford.

Penyebab pemutusan hubungan kerja ini kabarnya bukan hanya didasari oleh performa tim di atas lapangan hijau. Dalam beberapa pekan terakhir, situasi di balik layar dilaporkan kian memanas akibat memburuknya hubungan antara Amorim dan petinggi klub.

Sikap teguh Amorim dalam mempertahankan skema tiga bek menjadi salah satu poin krusial yang disoroti manajemen. Ia dinilai tidak mau berkompromi dengan keadaan, meskipun komposisi pemain yang tersedia dianggap kurang ideal untuk formasi tersebut.

Perbedaan sudut pandang tersebut akhirnya menciptakan friksi internal yang cukup tajam dengan dua sosok kunci di jajaran direksi. Ketegangan yang melibatkan Christopher Vivell dan Jason Wilcox inilah yang disinyalir mempercepat proses perpisahan sang manajer.

Benturan Filosofi dengan Christopher Vivell

Sejak pertama kali menjejakkan kaki di Manchester United, Ruben Amorim memang dikenal sangat konsisten mengandalkan formasi tiga bek serta penggunaan bek sayap. Sistem permainan tersebut telah menjadi identitas yang melekat erat pada gaya kepelatihannya selama di Inggris.

Namun, Christopher Vivell selaku kepala perekrutan United dikabarkan sempat meminta sang manajer untuk lebih fleksibel dalam pendekatannya. Vivell mendesak agar Amorim tidak terus-menerus memaksakan sistem permainan yang selama ini ia terapkan pada tim.

Desakan tersebut muncul menyusul evaluasi setelah laga imbang di Craven Cottage pada Agustus lalu. Saat itu, manajer lawan yakni Marco Silva berhasil memaparkan secara detail cara untuk mengeksploitasi celah dalam formasi andalan Amorim.

Jason Wilcox dan Masalah Arah Transfer

Selain dengan Vivell, ketegangan juga melanda hubungan Amorim dengan Direktur Sepak Bola United, Jason Wilcox. Keduanya dilaporkan sering kali memiliki pandangan yang bertolak belakang mengenai kebijakan serta target pemain yang ingin didatangkan.

Situasi ini semakin meruncing seiring dengan dibukanya jendela transfer musim dingin pada bulan Januari. Amorim merasa otoritasnya dalam menentukan pemain dibatasi, sementara pihak klub menuntut adanya fleksibilitas taktik yang lebih tinggi.

Jauh sebelumnya, Amorim sebenarnya sudah memberikan isyarat mengenai perbedaan persepsi peran yang ia jalani di klub tersebut. Ia mempertegas posisinya melalui sebuah pernyataan publik yang belakangan dianggap sebagai tanda awal keretakan hubungan mereka.

"Saya ingin menyatakan bahwa kedatangan saya di sini adalah untuk menjadi seorang manajer, bukan sekadar pelatih," ungkap Amorim dalam suatu kesempatan.

Menyusul pemecatan tersebut, Manchester United kini telah menunjuk Darren Fletcher sebagai manajer interim untuk sementara waktu. Mantan gelandang yang mengoleksi lebih dari 340 penampilan bersama Setan Merah ini ditugaskan untuk menjaga stabilitas tim di tengah masa transisi.

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Bisnis | Football |