Ruben Amorim Lengser, Pintu Kembali Marcus Rashford ke MU Disebut Terbuka

1 month ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Pemecatan Ruben Amorim dari kursi manajer Manchester United langsung memicu diskusi lanjutan di sekitar Old Trafford. Bukan hanya soal siapa pengganti di bangku cadangan, tetapi juga nasib pemain-pemain yang tersisih selama masa kepemimpinannya.

Salah satu nama yang kembali mencuat adalah Marcus Rashford. Penyerang jebolan akademi itu saat ini menjalani masa peminjaman di Barcelona setelah hubungannya dengan Amorim memburuk secara drastis.

Di tengah perubahan arah klub, mantan gelandang United Owen Hargreaves menyuarakan pandangan tegas. Ia menilai Rashford seharusnya mendapat kesempatan kembali, menyebutnya sebagai pemain istimewa yang terlalu lama menanggung beban klub.

Amorim Pergi, Nasib Rashford Dipertanyakan

Kehilangan Ruben Amorim dari jabatan manajer disebut langsung membuka kembali perdebatan tentang masa depan Marcus Rashford di Manchester United. Amorim dipecat setelah 14 bulan, di tengah memburuknya relasi dengan manajemen dan sikap kerasnya terhadap pendekatan taktik.

Selama periode tersebut, Rashford menjadi salah satu pemain yang paling terdampak. Hubungannya dengan Amorim memburuk musim lalu, hingga berujung pada peminjaman awal ke Aston Villa pada Februari 2025.

Pada musim panas, Rashford kembali dilepas, kali ini ke Barcelona dengan status pinjaman satu musim. Dengan sosok yang dianggap sebagai “penghalang” kini telah pergi, masa depan Rashford di Old Trafford kembali dipertanyakan.

Pembelaan Terbuka dari Owen Hargreaves

Berbicara kepada TNT Sports setelah pengumuman pemecatan Amorim, Owen Hargreaves secara terbuka membela Marcus Rashford. Ia menegaskan bahwa talenta Rashford tidak pernah bisa diperdebatkan.

“Saya berharap Marcus kembali karena dia adalah pemain spesial,” kata Hargreaves.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi antara Marcus dan Ruben, tetapi tidak ada keraguan soal bakatnya.”

Har

greaves menilai Rashford dijadikan kambing hitam atas masalah yang lebih besar di dalam klub. Ia merasa sang penyerang dipaksa memikul tanggung jawab yang seharusnya tidak ditanggung sendirian.

“Saya rasa Marcus seharusnya tidak berada dalam posisi di mana dia harus menanggung semua beban untuk segalanya,” jelasnya.

“Di tim kami dulu, dia akan menjadi pemain ketiga atau keempat, sehingga tidak perlu memikul semua tanggung jawab karena sebagian besar beban itu akan diambil alih oleh pemain lain.”

Halaman berikutnya

Menurut Hargreaves, masalah Rashford tidak hanya soal hubungan personal dengan Amorim, tetapi juga kegagalan klub menyediakan struktur pendukung yang tepat. Ia menyoroti minimnya figur senior yang bisa melindungi pemain muda di ruang ganti. Ia menilai terlalu banyak tekanan diberikan kepada pemain muda untuk menjadi sosok utama tim. Kondisi itu, menurutnya, membuat Rashford terekspos sebagai figur sentral tanpa dukungan yang memadai. “Terlalu banyak penekanan pada pemain-pemain muda untuk menjadi tokoh utama, dan mereka seharusnya tidak pernah berada dalam posisi itu di usia 20 tahun,” ujar Hargreaves. “Mereka membutuhkan striker berusia 26 sampai 28 tahun, lalu para pemain muda bisa belajar seperti yang terjadi sebelumnya di klub. Saya pikir Marcus adalah talenta luar biasa dan klub bisa memanfaatkannya.” Di Spanyol, Rashford disebut menemukan kembali performanya bersama Barcelona dengan mencatat 15 kontribusi gol dari 25 penampilan. Klub Catalan itu dilaporkan memiliki opsi pembelian permanen senilai sekitar 40 juta euro, namun persoalan finansial dan gaji tinggi sang pemain membuat masa depannya belum pasti.

Read Entire Article
Bisnis | Football |