Seka Peluh Amran Sulaiman: Cerita di Balik Handuk Putih dan Rekor 5 Juta Ton Beras

3 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Kerja keras dan kolaborasi antar pihak menjadi kata yang berulang kali diucapkan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman. Makna itu pula yang tampak tergambar dari peluh yang perlahan menetes di wajahnya.

Momen menarik terlihat dari gerakan spontan Amran. Ia mengangkat handuk putih yang dilipat persegi ke arah wajah, lalu menyeka hampir seluruh bagian wajahnya yang dipenuhi keringat.

Udara di dalam gudang penyimpanan yang disewa Perum Bulog di Karawang, Jawa Barat, memang terasa panas. Ruangan tertutup dengan sirkulasi udara terbatas membuat kondisi semakin pengap, terlebih saat dilakukan inspeksi mendadak (sidak) oleh Mentan Amran bersama Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, serta jajaran lainnya.

Langkah Amran menyusuri setiap sudut gudang disambut tumpukan karung beras berukuran 50 kilogram (kg). Di salah satu sisi, terpampang tulisan “Capaian Cadangan Beras Pemerintah 5.000.000 ton tgl 23 April 2026”. Angka tersebut menjadi catatan sejarah baru bagi stok beras pemerintah.

"Alhamdulillah hari ini tanggal 23 April 2026 jam 08.55 (WIB) stok beras seluruh Indonesia 5.000.198 ton. Ini adalah pertama tidak pernah terjadi sepanjang sejarah. Ini sejarah pertama," kata Amran di hadapan wartawan, Kamis (23/4/2026).

Kembali soal peluh dan kerja sama. Dalam penjelasannya, Amran berulang kali menekankan pentingnya kerja keras. Ia juga beberapa kali mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang berkontribusi.

"Terima kasih Menteri Keuangan. Terima kasih seluruh Menteri yang terlibat, karena ini bukan kerja Kementerian Pertanian saja, tapi semua pihak, semua anak bangsa," ujarnya.

Handuk putih itu kembali ia gunakan untuk menyeka keringat di wajahnya—seolah menggambarkan kerja keras yang berulang kali ia tekankan.

Gudang Bulog Hampir Penuh

Capaian 5 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) bukan sekadar angka. Amran menegaskan, lonjakan stok tersebut juga tercermin dari kondisi gudang Bulog yang hampir penuh.

"Kapasitas gudang kita hanya 3.000.000 ton. Sekarang sudah kita sewa 2.000.000 ton dan sekarang sudah penuh. Tinggal 800.000 dan kita sudah sewa lagi kurang lebih 1.000.000 ton kapasitasnya," ungkap Amran.

Secara rinci, kapasitas maksimal gudang Bulog mencapai 3.074.769 ton. Namun, dengan total stok yang telah menembus 5 juta ton, sebagian besar beras kini disimpan di gudang sewaan.

Bulog tercatat menyimpan sekitar 2.735.096 ton di gudang sewa, dengan sisa kapasitas hanya sekitar 809.667 ton.

Untuk mengantisipasi lonjakan produksi beras nasional, Bulog pun berencana kembali menambah kapasitas gudang sewaan.

"Kami kemarin menyiapkan 2 juta ton (kapasitas gudang sewaan). Ternyata produksi meningkat dengan cepat. Kami sudah cadangkan lagi 1 juta ton untuk sewa gudang, sambil menunggu pembangunan 100 gudang infrastruktur pascapanen," ujar Ahmad Rizal Ramdhani di lokasi yang sama.

Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh hasil produksi beras nasional dapat terserap dan tersimpan dengan baik.

Read Entire Article
Bisnis | Football |