Siapa Pengganti Iran Bila Batal Tampil di Piala Dunia 2026?

2 weeks ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Partisipasi Iran di Piala Dunia FIFA 2026 kini berada di ujung tanduk, meskipun tim nasional tersebut telah berhasil mengamankan tempatnya dalam turnamen bergengsi ini. Pernyataan mengejutkan dari Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, mengindikasikan bahwa keikutsertaan timnya "tidak mungkin" terwujud, menyusul serangan militer besar-besaran oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026.

"Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan oleh Amerika Serikat itu, kecil kemungkinan kami bisa menatap Piala Dunia, tetapi para pejabat olahraga yang harus memutuskan soal itu," ujar Taj berbicara di televisi publik Teheran dan dikutip Marca.

Ketidakpastian ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, salah satu negara tuan rumah Piala Dunia, dan Iran. Situasi ini telah memicu kekhawatiran serius di kalangan penggemar sepak bola global dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai tim mana yang akan mengisi kekosongan di Grup G jika Iran benar-benar absen.

FIFA sendiri menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkomitmen untuk menyelenggarakan Piala Dunia yang aman dengan partisipasi semua pihak. Namun, dengan jadwal pertandingan yang semakin dekat, spekulasi mengenai calon pengganti Iran, seperti Uni Emirat Arab atau Irak, semakin menguat.

Ketidakpastian Partisipasi Iran di Piala Dunia 2026

Meskipun Iran telah berhasil lolos ke Piala Dunia FIFA 2026 pada Maret 2025 setelah bermain imbang 2-2 melawan Uzbekistan, yang menandai penampilan keempat berturut-turut dan ketujuh secara keseluruhan, partisipasi mereka kini diragukan. Iran tergabung dalam Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, dengan semua pertandingan babak grup dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat.

Presiden FFIRI, Mehdi Taj, secara terbuka menyatakan bahwa partisipasi tim nasional di Piala Dunia 2026 "tidak mungkin" terjadi. Pernyataan ini disampaikan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi tempur besar-besaran terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Ketegangan yang memuncak ini, termasuk pengumuman operasi tempur oleh Presiden AS Donald Trump, menjadi latar belakang utama ketidakpastian tersebut.

Sebelumnya, pada Desember 2025, delegasi Iran sempat dilarang masuk ke AS untuk menghadiri undian Piala Dunia 2026 karena masalah visa, meskipun larangan tersebut kemudian dicabut. Larangan perjalanan yang lebih luas oleh pemerintahan Trump terhadap warga negara dari beberapa negara, termasuk Iran, masih menjadi kekhawatiran, meskipun pemain tim nasional dikecualikan. Sebagai dampak langsung dari konflik yang sedang berlangsung, liga domestik di Iran juga telah ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Buku peraturan FIFA secara jelas menyatakan bahwa jika sebuah tim menarik diri dari turnamen, tim tersebut akan digantikan oleh "alternatif yang dinominasikan, seringkali adalah runner-up langsung dari playoff kualifikasi yang relevan atau tim non-kualifikasi dengan peringkat tertinggi dari konfederasi tersebut." Aturan ini juga mempertimbangkan aspek logistik, bahwa jika penggantian tidak praktis karena waktu, visa, atau perjalanan, slot grup akan diberikan kepada tim pengganti tetapi jadwal tetap dipertahankan, atau dalam kasus luar biasa, pengaturan grup dapat disesuaikan. Melihat kondisi ini, beberapa calon pengganti potensial telah muncul. Uni Emirat Arab (UEA) disebut-sebut sebagai kandidat yang paling mungkin. Mereka adalah tim non-kualifikasi dengan peringkat tertinggi di kualifikasi Asia. Pilihan lain yang dipertimbangkan adalah Irak. Irak bisa dipromosikan langsung ke tempat Iran di Grup G, dengan UEA kemudian dipindahkan ke playoff antar-konfederasi sebagai jalur pengganti ke turnamen. Meskipun Irak memiliki rekor yang lebih baik daripada UEA dalam kualifikasi Asia, UEA disebutkan sebagai pengganti yang diharapkan.

Read Entire Article
Bisnis | Football |