Sindiran Rasmus Hojlund untuk Ruben Amorim Usai Tinggalkan Manchester United

7 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Rasmus Hojlund mengungkapkan perasaannya setelah meninggalkan Manchester United dengan menyinggung peran Ruben Amorim dalam situasinya di Old Trafford. Ia merasa tidak lagi diinginkan dan ditempatkan dalam posisi yang membatasi perannya di tim.

Hojlund didatangkan dari Atalanta pada 2023 dengan nilai transfer 72 juta pounds. Pada musim pertamanya, penyerang asal Denmark itu mampu mencetak 16 gol di semua kompetisi.

Namun, performanya menurun pada musim kedua setelah hanya mencetak 10 gol dari 52 penampilan. Situasi tersebut membuatnya kesulitan mendapatkan tempat reguler di skuad utama.

Ia kemudian dipinjamkan ke Napoli pada September lalu dengan opsi pembelian permanen sebesar 38 juta pounds. Di bawah asuhan Antonio Conte, Hojlund kembali menemukan performa terbaiknya dengan mencetak 14 gol dari 37 laga musim ini.

Keputusan Tepat Bergabung dengan Napoli

Hojlund menilai kepindahannya ke Napoli sebagai langkah yang memberikan dampak besar dalam kariernya. Ia merasakan kepercayaan penuh dari berbagai pihak di dalam klub.

Dukungan tersebut membuatnya kembali menemukan performa terbaik setelah periode sulit di Manchester United. Lingkungan yang positif juga menjadi faktor penting dalam kebangkitannya.

"Saya mendapatkan apa yang saya inginkan dari transfer ini," ujar Hojlund kepada TV2.

"Saya mendapatkan tim yang sangat percaya kepada saya, sebuah klub yang percaya kepada saya, direktur olahraga, presiden, dan pelatih yang menginginkan saya," lanjutnya.

Situasi Sulit di Manchester United

Hojlund merasa masa depannya di Manchester United sudah tidak menjanjikan menjelang akhir kebersamaannya. Ia melihat peluang bermainnya semakin menipis sejak awal musim.

Tidak masuk dalam laga pembuka Liga Inggris menjadi sinyal kuat bahwa perannya tidak lagi menjadi prioritas. Hal itu membuatnya menyadari bahwa situasi tersebut sulit berubah.

"Saya dimasukkan ke dalam sebuah kotak di akhir masa saya di Manchester," kata Hojlund.

"Saya tahu tidak akan banyak bermain jika situasinya terus seperti ini," sambungnya.

Tekanan dan Sorotan Media

Selama berada di Manchester United, Hojlund merasa pemberitaan media tidak selalu mencerminkan kenyataan di lapangan. Ia menilai citra yang terbentuk cenderung negatif.

Di sisi lain, ia mengakui sulit untuk menghindari pengaruh media sosial yang membuat pemain terus terekspos. Hal itu menjadi bagian dari tantangan sebagai pesepak bola modern.

"Saya senang bermain sepak bola di Manchester. Saya tahu, terutama di Denmark, terbentuk gambaran media bahwa semuanya buruk dan saya bermain sangat jelek, tetapi bukan seperti itu saya melihatnya," ungkap Hojlund. "Sulit untuk tidak melihat ponsel Anda. Jika Anda melihatnya, Anda pasti akan melihat apa yang ditulis tentang Anda, apalagi jika Anda ditandai di Instagram atau Facebook," tambahnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |