Sugiono Sebut RI Juga Hubungi AS soal Tawaran Mediator

5 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pihak RI juga telah menghubungi Amerika Serikat untuk menyampaikan keinginan menjadi mediator menyusul perang AS-Israel versus Iran.

"Saya berkomunikasi dengan kedua belah pihak, pihak AS dan pihak Iran," kata Sugiono di Istana Kepresidenan, Selasa (3/3).

Dia lalu berujar, "Kita tunggu bagaimana nanti, karena dia mengatakan akan lihat situasinya beberapa hari dan beberapa minggu ke depan."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Sugiono tak memberi rincian lebih lanjut siapa pihak AS yang sudah dihubungi.

Sebelumnya, Sugiono mengatakan telah berkomunikasi dengan Menlu Iran Abbas Araghchi untuk menyampaikan hal serupa. Menurut dia, Araghchi menyambut niat baik Indonesia.

"Yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau (Araghchi) terima," ujar Sugiono.

Sugiono juga mengatakan Indonesia mencoba langkah tersebut untuk mengambil peran aktif dan konstruktif dalam merespons konflik. Menurut Sugiono, dialog dan diplomasi tetap menjadi jalan terbaik untuk meredakan ketegangan dan mengakhiri konflik.

Namun, dia menegaskan mediasi bisa terwujud jika semua pihak yang berkonflik menyatakan kesediaan untuk difasilitasi.

"Yang pasti Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi jembatan perbedaan, menawarkan kesiapan kita, menawarkan diri kita," ujar Sugiono.

Keinginan Indonesia menjadi mediator sebelumnya sudah disampaikan dalam rilis resmi Kementerian Luar Negeri pada pekan lalu.

Dalam rilis itu disebutkan Presiden Indonesia Prabowo Subianto bersedia ke Iran untuk melanjutkan niatnya, jika disetujui semua pihak.

"Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," demikian rilis Kemlu.

Iran, melalui Kedutaan Besar mereka di Jakarta, mengapresiasi tawaran Indonesia. Namun, mereka juga mendesak pejabat RI harus lebih tegas ke AS dan Israel yang sudah melanggar hukum internasional dan piagam PBB.

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, dengan menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini, menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel," demikian rilis resmi Kedubes Iran pada Minggu.

Dalam pernyataan resmi Kemlu maupun Sugiono sama sekali tak mengecam atau mengutuk Amerika Serikat dan Israel yang lebih dulu meluncurkan serangan bersama ke Iran.

Pernyataan resmi Kemlu hanya menyebut Indonesia menyesalkan perundingan yang gagal antara Iran dan AS yang berdampak ke eskalasi militer di Timur Tengah.

Mereka lalu meminta "seluruh pihak untuk menahan diri" dan menekankan pentingnya menghormati kedaulatan.

(isa/dna)

Read Entire Article
Bisnis | Football |