Terlalu Bergantung Bola Mati, Arsenal Kehilangan Kreativitas?

2 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal menghadapi fase sulit di momen krusial Premier League musim 2025/2026. Kekalahan dari Bournemouth menjadi sinyal bahwa ada masalah mendasar dalam permainan mereka.

Situasi ini semakin terasa berat setelah Manchester City meraih kemenangan meyakinkan atas Chelsea. Jarak poin yang menipis membuat persaingan gelar kembali terbuka lebar.

Namun, persoalan Arsenal bukan hanya soal hasil akhir di lapangan. Performa mereka secara keseluruhan juga mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Tim asuhan Mikel Arteta terlihat kehilangan kelancaran dalam membangun serangan. Mereka tidak lagi seefektif sebelumnya dalam menciptakan peluang dari permainan terbuka.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai pendekatan taktik Arsenal. Apakah kekuatan mereka justru berubah menjadi kelemahan di fase penentuan musim?

Ketergantungan Bola Mati Jadi Bumerang

Arsenal sepanjang musim dikenal sebagai salah satu tim paling berbahaya dalam situasi bola mati. Mereka mampu mencetak banyak gol dari skema tersebut dan menjadikannya senjata utama.

Namun, pendekatan ini kini mulai menunjukkan sisi negatif. Ketika bola mati tidak berjalan efektif, Arsenal kesulitan menemukan alternatif dalam mencetak gol.

Jurnalis Sky Sports, Adam Bate, menyoroti secara tajam masalah ini dalam analisisnya. Ia melihat Arsenal terlalu fokus pada bola mati hingga mengorbankan ritme permainan.

"Enam menit mempersiapkan tendangan sudut mungkin bisa dimengerti mengingat keberhasilan mereka dalam hal itu, tetapi tujuh menit menunggu lemparan ke dalam?," tulis Adam Bate.

Dalam laga melawan Bournemouth, minimnya kreativitas terlihat jelas. Expected goals dari open play hanya menyentuh angka 0,18, angka yang sangat rendah untuk tim sekelas Arsenal.

Hal ini menunjukkan bahwa The Gunners terlalu bergantung pada momen spesifik. Mereka kehilangan variasi serangan yang seharusnya menjadi fondasi permainan tim papan atas.

Minim Kreativitas Open Play Jadi Sorotan

Durasi waktu yang dihabiskan untuk situasi bola mati menunjukkan betapa dominannya pendekatan tersebut. Bahkan, hampir 27 menit pertandingan dihabiskan dalam situasi bola mati saat melawan Bournemouth.

"Tetapi itu membuat pertandingan menjadi tidak konsisten dan sudah terlalu banyak pertandingan seperti itu sekarang. Ini bukan pengecualian. Arsenal sering gagal menciptakan peluang dari permainan terbuka," ulas Adam Bate.

Secara statistik, Arsenal tertinggal dalam hal kreativitas open play dibanding rivalnya. Mereka bahkan berada di bawah Brighton dalam metrik tersebut, sesuatu yang tidak lazim bagi tim pemuncak klasemen.

"Tetapi hal itu mungkin membantu menjelaskan mengapa kelancaran permainan menjadi masalah. City terlihat mampu melakukan serangan beruntun. Arsenal mengandalkan momen-momen tertentu," tutup Adam Bate.

Sumber: Sky Sports

Wayne Rooney Sebut Man City Punya Keunggulan Mental Ketimbang Arsenal

Read Entire Article
Bisnis | Football |