Mikel Arteta Tetap Apresiasi Perjuangan Arsenal Meski Gagal Juara Liga Champions

8 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memberikan tanggapannya setelah timnya harus menelan kekalahan pada final Liga Champions 2025/2026. Meski gagal meraih gelar juara, ia menegaskan tetap bangga terhadap perjuangan yang ditunjukkan para pemainnya sepanjang turnamen.

Arsenal baru saja tampil di Puskas Arena, Budapest, untuk menjalani laga puncak Liga Champions musim 2025/2026. Pada pertandingan tersebut, The Gunners berhadapan dengan PSG yang datang sebagai juara bertahan kompetisi.

Dalam pertandingan itu, Arsenal sempat berada di atas angin setelah Kai Havertz mencetak gol pembuka. Namun keunggulan tersebut tidak bertahan hingga akhir laga karena PSG berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 lewat eksekusi penalti Ousmane Dembele pada babak kedua, sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Pada momen penentuan tersebut, Gabriel Magalhaes yang menjadi eksekutor terakhir Arsenal gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna. Akibatnya, Arsenal harus menyerah dengan skor 3-4 dalam adu penalti dan PSG sukses mempertahankan gelar Liga Champions mereka secara beruntun.

Kekecewaan yang Mendalam

Dalam wawancara bersama UEFA setelah pertandingan berakhir, Arteta mengakui bahwa hasil tersebut sangat menyakitkan bagi dirinya maupun seluruh anggota skuad Arsenal.

Menurutnya, timnya telah menjalani perjalanan luar biasa sepanjang kompetisi. Arsenal mampu melaju hingga final tanpa sekalipun menelan kekalahan, tetapi akhirnya harus menerima kenyataan pahit ketika kekalahan pertama mereka justru datang di laga yang paling menentukan.

“Tentu saja ini hasil yang sangat sulit diterima karena kami tampil konsisten sejak awal kompetisi hingga mencapai final. Namun pada akhirnya kami harus merelakan trofi ini setelah kalah dalam adu penalti,” kata Arteta.

Bangga dengan Timnya

Meski kecewa dengan hasil akhir, Arteta menolak menyalahkan siapa pun atas kegagalan tersebut. Ia menilai seluruh pemain telah menunjukkan dedikasi dan pengorbanan maksimal sepanjang musim sehingga tidak ada alasan untuk mencari sosok yang harus bertanggung jawab atas kekalahan itu.

“Ini memang situasi yang berat untuk diterima, tetapi saya merasa sangat bangga terhadap apa yang telah dicapai tim ini sepanjang musim,” ujar Arteta.

“Saya merasa terhormat bisa bekerja bersama kelompok pemain seperti ini. Mereka telah berjuang habis-habisan dan memberikan seluruh kemampuan mereka demi klub ini,” tutup pelatih asal Spanyol tersebut.

Kekalahan di final Liga Champions 2025/2026 membuat Arsenal kembali harus menunda impian untuk meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Khvicha Kvaratskhelia Jadi Pemain Terbaik Liga Champions 2025/2026

Read Entire Article
Bisnis | Football |