Top 3: Miliarder SK Group Terancam Jual Aset demi Bayar Perceraian

7 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Miliarder Korea Selatan sekaligus Chairman SK Group, Chey Tae-won, menghadapi kewajiban pembayaran besar setelah Pengadilan Tinggi Seoul memerintahkannya membayar 944 miliar won atau sekitar Rp 11,59 triliun (estimasi kurs Rp 12,28 per won) kepada mantan istrinya, Roh Soh-yeong. Besarnya pembayaran membuat kemungkinan Chey menjual aset hingga menjaminkan saham menjadi sorotan investor.

Putusan tersebut mewajibkan Chey membayar pembagian harta perkawinan dalam bentuk tunai, bukan melalui penyerahan saham. Pengadilan mempertimbangkan kepemilikan saham Chey memiliki peran penting dalam mempertahankan kendalinya atas SK Group.

Dikutip dari New York Post, Minggu, 26 Juli 2026, Chey tercatat menguasai sekitar 17,9% saham SK Inc., perusahaan induk konglomerasi SK Group. Forbes memperkirakan kekayaan Chey mencapai sekitar US$ 5,4 miliar.

Analis menilai kewajiban pembayaran sebesar Rp 11,59 triliun dapat membuat Chey mencari sumber likuiditas dalam jumlah besar. Sejumlah opsi yang mungkin ditempuh antara lain menjual aset, mengambil pinjaman, atau menggunakan saham sebagai jaminan.

Meski demikian, pembayaran tersebut diperkirakan tidak sampai mengancam kendali Chey atas SK Group.

Artikel Miliarder SK Group Terancam Jual Aset demi Bayar Perceraian Rp 11,59 Triliun menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com saat akhir pekan. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Senin, (27/7/2026):

1. Miliarder SK Group Terancam Jual Aset demi Bayar Perceraian Rp 11,59 Triliun

Miliarder Korea Selatan sekaligus Chairman SK Group, Chey Tae-won, menghadapi kewajiban pembayaran besar setelah Pengadilan Tinggi Seoul memerintahkannya membayar 944 miliar won atau sekitar Rp 11,59 triliun (estimasi kurs Rp 12,28 per won) kepada mantan istrinya, Roh Soh-yeong. Besarnya pembayaran membuat kemungkinan Chey menjual aset hingga menjaminkan saham menjadi sorotan investor.

Putusan tersebut mewajibkan Chey membayar pembagian harta perkawinan dalam bentuk tunai, bukan melalui penyerahan saham. Pengadilan mempertimbangkan kepemilikan saham Chey memiliki peran penting dalam mempertahankan kendalinya atas SK Group.

Dikutip dari New York Post, Minggu, 26 Juli 2026, Chey tercatat menguasai sekitar 17,9% saham SK Inc., perusahaan induk konglomerasi SK Group. Forbes memperkirakan kekayaan Chey mencapai sekitar US$ 5,4 miliar.

Analis menilai kewajiban pembayaran sebesar Rp 11,59 triliun dapat membuat Chey mencari sumber likuiditas dalam jumlah besar. Sejumlah opsi yang mungkin ditempuh antara lain menjual aset, mengambil pinjaman, atau menggunakan saham sebagai jaminan.

Meski demikian, pembayaran tersebut diperkirakan tidak sampai mengancam kendali Chey atas SK Group.

Berita selengkapnya baca di sini

2. The Fed Bakal Pertahankan Suku Bunga

Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) akan menggelar pertemuan mulai 28 Juli 2026. Seiring pertemuan itu, pasar memperkirakan the Fed mempertahankan suku bunga acuan. Hal ini di tengah kekhawatiran inflasi yang dapat dipengaruhi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip Strait Times, Minggu (26/7/2026), Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah meminta untuk suku bunga lebih rendah kepada the Fed.

Namun, sebagian besar investor prediksi, the Fed mempertahankan suku bunga acuan 3,5%-3,75%, dalam pertemuan kelima, menurut CME’s FedWatch.

Adapun inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) turun menjadi 3,5% year on year pada Juni, tetapi tetap jauh lebih tinggi daripada target jangka panjang the Fed sebesar 2%, yang belum tercapai lebih dari lima tahun.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Lowongan Kerja Percetakan Erlangga, Lulusan SMK Bisa Daftar!

PT. Gelora Aksara Pratama, bagian dari Grup Penerbit Erlangga, membuka lowongan kerja menarik untuk lulusan SMA hingga S1. Penempatan lokasi bekerja di Jakarta. Lowongan tersebut dibuka sampai 31 Juli 2026.

PT. Gelora Aksara Pratama adalah perusahaan yang berdiri pada tahun 1987. Perusahaan ini bergerak di bidang percetakan yang melayani desain grafis atau produk, percetakan offset, dan percetakan digital. Perusahaan didirikan untuk mendukung bisnis yang sedang berkembang pesat dari perusahaan afiliasinya, Penerbit Erlangga, yang kini menjadi salah satu perusahaan penerbitan terkemuka di Indonesia.  

Dikutip dari situs resmi PT Gelora Aksara Pratama, Minggu (26/7/2026), perusahaan berkomitmen untuk mewujudkan kepuasan pelanggan dengan menghasilkan produk percetakan berkualitas terbaik, inovatif, unggul, dan aman.

Mereka berkomitmen untuk terus mencapai pertumbuhan berkelanjutan dengan secara konsisten menciptakan sinergi inovatif antara seluruh pemangku kepentingan, pengalaman, teknologi, dan sistem manajemen mutu.

Berita selengkapnya baca di sini

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |