Trump Gak Senang dan Irit Bicara usai Iran Pilih Mojtaba Khamenei

6 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak senang dan irit bicara merespons Mojtaba Khamenei yang terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran.

"Kita akan lihat nanti," ujar Trump ketika ditanya soal terpilihnya Mojtaba Khamenei tulis Al Jazeera, Senin (9/3).

Sementara itu, Middle East Eye melaporkan bahwa Trump 'tidak senang' dengan terpilihnya Mojtaba Khamenei. Sebagian laporan menyebut Trump menganggap pemilihan Mojtaba 'tidak bisa diterima'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Trump menyebut siapa pun yang akan menjadi pemimpin baru Iran harus dengan persetujuannya. Trump juga menolak Mojtaba, yang merupakan anak dari mendiang Ali Khamenei, menjadi pemimpin tertinggi baru Iran.

"Mereka membuang-buang waktu. Putra Khamenei tidak berpengaruh. Saya harus terlibat dalam penunjukan ini, seperti halnya dengan Delcy [Rodriguez] di Venezuela," kata Trump pekan lalu.

"Putra Khamenei tidak dapat diterima oleh saya. Kami menginginkan seseorang yang akan membawa harmoni dan perdamaian ke Iran," ucap Trump menambahkan.

Mojtaba Khamenei ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi oleh badan ulama tertinggi, Majelis Ahli, dalam pernyataan yang dipublikasikan pada Senin (9/3) tak lama setelah tengah malam, sepekan lebih usai sang ayah tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel.

Lahir pada 8 September 1969 di kota suci Mashhad di Iran timur, Mojtaba Khamenei merupakan salah satu dari enam anak Ali Khamenei.

Mojtaba Khamenei dikenal sebagai pribadi yang sangat tertutup bahkan di acara resmi dan di depan media. Pria 56 tahun itu dianggap sebagai ulama kelas menengah dan telah lama digadang-gadang sebagai penerus sang ayah.

(har/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |