Uruguay vs Spanyol: Marcelo Bielsa Ambil Tanggung Jawab Penuh atas Kegagalan La Celeste

11 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Marcelo Bielsa menerima seluruh tanggung jawab setelah Uruguay gagal melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kekalahan 0-1 dari Spanyol pada laga terakhir Grup H, Sabtu (27/6/2026) pagi WIB, memastikan langkah La Celeste terhenti di fase grup.

Gol tunggal Alex Baena menjelang turun minum menjadi penentu kemenangan Spanyol. Hasil tersebut mengantarkan La Roja lolos sebagai juara Grup H dengan tujuh poin, sedangkan Uruguay finis di posisi ketiga dengan dua poin.

Perbedaan nasib kedua tim begitu kontras setelah pertandingan berakhir. Spanyol melanjutkan perjalanan menuju fase gugur, sementara Uruguay harus pulang tanpa sekalipun meraih kemenangan.

Dalam konferensi pers usai laga, Bielsa menghadapi berbagai pertanyaan mengenai kegagalan timnya. Pelatih asal Argentina itu tidak menghindar dan memilih memikul seluruh kesalahan atas hasil yang diraih Uruguay.

Marcelo Bielsa Siap Memikul Seluruh Kesalahan

Bielsa menilai hasil yang diraih Uruguay sepenuhnya merupakan konsekuensi dari kepemimpinannya sebagai pelatih. Ia juga merasa timnya sebenarnya pantas mengumpulkan poin lebih banyak selama fase grup.

Menurut Bielsa, efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah terbesar Uruguay di turnamen ini. Selain itu, ia menyebut gol-gol yang bersarang ke gawang timnya seharusnya dapat dihindari.

"Pikirkan bagaimana posisi saya sebagai orang yang bertanggung jawab atas performa Uruguay di Piala Dunia ini. Pertandingannya berjalan cukup seimbang dan kami pantas mendapatkan hasil imbang," ujar Bielsa.

"Kalau Anda menginginkan penjelasan, saya bisa mengatakan bahwa kami pantas mendapatkan tujuh poin, tetapi hanya memperoleh dua poin. Itu adalah hasil dari kepemimpinan saya. Semua jurnalis dan pendukung Uruguay tentu ingin menyalahkan saya, dan saya harus menerima kesalahan itu karena memang itulah yang benar. Kami gagal memaksimalkan peluang menjadi gol, dan gol-gol yang kami kebobolan sebenarnya bisa dihindari," tegas Bielsa.

Bielsa Merasa Belum Memberikan Apa Pun untuk Uruguay

Pelatih berusia 70 tahun itu juga diminta menilai kontribusinya sejak menangani Uruguay pada 2023. Jawabannya sangat lugas dan penuh penyesalan.

Bielsa menilai keberhasilan seorang pelatih hanya dapat diukur melalui hasil akhir di lapangan. Karena gagal membawa Uruguay melangkah jauh, ia merasa seluruh pekerjaannya menjadi sia-sia.

"Apa yang saya berikan kepada sepak bola Uruguay adalah tidak ada. Kontribusi apa pun dari seorang pelatih selama tiga setengah tahun akan menjadi sia-sia jika tidak menghasilkan sesuatu yang positif," kata Bielsa.

"Saya tidak meninggalkan apa pun untuk sepak bola Uruguay," tutur Bielsa.

Persaingan Sengit di Piala Dunia 2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Jadwal Babak Gugur Piala Dunia 2026 Hingga Final

Read Entire Article
Bisnis | Football |