3 Alasan Timnas Indonesia Wajib Serius di FIFA ASEAN Cup 2026

3 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia akan menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 pada periode FIFA Matchday, 21 September hingga 6 Oktober 2026. Turnamen regional ini menempatkan Garuda di panggung utama dengan dukungan penuh suporter sendiri.

Dua venue disiapkan untuk menggelar pertandingan, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta Pusat dan Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung.

Bagi Indonesia, FIFA ASEAN Cup 2026 menghadirkan tiga keuntungan utama: kesempatan pembuktian setelah Piala AFF, peluang menambah poin ranking FIFA, serta potensi pemasukan dari hadiah dan uang partisipasi.

Ajang Pembuktian usai Piala AFF 2026

Timnas Indonesia baru saja tersingkir dari Piala AFF 2026 usai finis di peringkat ketiga fase grup. Hasil tersebut menambah daftar kegagalan yang keenam sepanjang sejarah keikutsertaan sejak 1996.

Selama berpartisipasi, Indonesia sudah enam kali tampil di final turnamen yang dahulu bernama Piala Tiger, namun belum pernah menjadi juara. FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kesempatan untuk memperbaiki performa di tingkat regional, sejalan dengan reputasi tim yang berkembang dan peluang tampil di Piala Dunia 2026 yang sempat terbuka.

Berbeda dari Piala AFF yang dikelola AFF dan umumnya digelar di luar FIFA Matchday, FIFA ASEAN Cup berada di bawah payung FIFA dan masuk kalender internasional resmi. Kondisi ini membuat Timnas Indonesia dipastikan turun dengan kekuatan terbaiknya.

Peluang Menambah Poin Ranking FIFA

Seluruh laga FIFA ASEAN Cup 2026 berstatus pertandingan persahabatan internasional dalam kalender resmi FIFA. Hasil tiap pertandingan akan berdampak pada perolehan poin dan peringkat FIFA peserta.

Indonesia saat ini menempati peringkat ke-118 dunia dengan 1157.14 poin. Raihan tersebut berpeluang bertambah jika Garuda mampu meraih hasil positif sepanjang turnamen.

Turnamen terbagi dalam dua kasta: FIFA ASEAN Cup Premier Division dan FIFA ASEAN Cup Challenge Division. Premier Division diikuti delapan negara yang dibagi menjadi dua grup, masing-masing berisi empat tim. Setiap peserta memainkan tiga pertandingan pada fase grup.

Di Premier Division, Grup A dihuni Indonesia, India, Malaysia, dan Singapura. Grup B berisikan Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.

Pada Challenge Division, Grup A diisi Hong Kong, Myanmar, dan Brunei Darussalam, sedangkan Grup B menempatkan Kamboja, Laos, dan Timor Leste. Penyelenggaraan untuk kasta ini berlokasi di Hong Kong.

Hadiah dan Uang Partisipasi Turnamen

Dari sisi bisnis, penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di tanah air membuka potensi pemasukan bagi Indonesia sebagai tuan rumah, sekaligus memberi insentif kompetitif bagi peserta.

Berdasarkan laporan yang dibagikan akun Instagram @seasiagoal, juara FIFA ASEAN Cup 2026 akan menerima hadiah US$ 1 juta atau sekitar Rp 17,8 miliar. Nominal ini jauh lebih besar dibandingkan hadiah juara Piala AFF 2026 yang senilai US$ 300 ribu atau sekitar Rp 5,422 miliar.

Selain hadiah utama, setiap tim peserta dipastikan memperoleh uang partisipasi sebesar US$ 125 ribu atau sekitar Rp 2,259 miliar. Panitia juga menyiapkan bonus tambahan untuk setiap kemenangan maupun hasil imbang yang dicapai sepanjang turnamen.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Sengketa dengan Persib Bandung, Robert Alberts Sesalkan Serangan ke Keluarga

Read Entire Article
Bisnis | Football |