5 Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Milik Arsenal: Diabaikan Meski Berkontribusi Besar

20 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal, sama seperti banyak klub papan atas lainnya, telah menjadi tempat bagi sejumlah pemain terbaik sepanjang sejarahnya.

Para atlet berbakat ini telah berperan penting dalam membawa klub meraih berbagai trofi selama bertahun-tahun, menjadikan Arsenal salah satu tim paling berprestasi di Liga Inggris.

Beberapa nama pemain telah diakui secara luas atas sumbangsih mereka terhadap kesuksesan Arsenal selama bertahun-tahun. Namun, di sisi lain, terdapat juga sejumlah pemain yang memiliki kontribusi signifikan tetapi sering kali diabaikan karena berbagai alasan.

Berikut adalah daftar pemain yang dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa di Arsenal.

Promosi 1

1. Gilberto Silva

Setelah Brasil menjalani kampanye luar biasa di Piala Dunia FIFA 2002, Arsenal segera merekrut Gilberto Silva dari Atletico Mineiro, sebuah klub Brasil. Bersama Patrick Vieira, Silva dengan cepat menjadi sosok penting di lini tengah tim Arsenal.

Ia sering berperan sebagai jangkar pertahanan bagi The Gunners, bertugas untuk menanggulangi ancaman yang muncul, sementara Vieira maju untuk mendukung permainan menyerang yang diterapkan oleh Arsene Wenger. Para penggemar Arsenal sangat mengapresiasi kemampuannya dalam memberikan perlindungan defensif yang solid di area lapangan yang lebih tinggi.

Gilberto Silva berhasil menginspirasi Arsenal meraih trofi Piala FA dengan mengalahkan Southampton pada musim pertamanya di klub. Di musim selanjutnya, ia memiliki peran vital dalam perjalanan Arsenal yang tak terkalahkan di liga, dengan tampil dalam 46 pertandingan di berbagai kompetisi untuk klub. Pada tahun 2008, Silva memutuskan untuk bergabung dengan klub Yunani Panathinaikos dengan biaya transfer sebesar 2,5 juta, yang menandai akhir dari masa baktinya selama enam tahun di Emirates Stadium.

2. Ray Parlour

Ray Parlour mengawali kariernya di akademi Arsenal dan melakoni debut di tim utama saat timnya mengalami kekalahan 0-2 melawan Liverpool pada bulan Januari 1992. Dalam empat musim pertamanya, Parlour menunjukkan bakat luar biasa dengan dedikasi dan kerja kerasnya di lini tengah, yang membuatnya semakin bersinar setelah kedatangan Arsene Wenger.

Bersama Patrick Vieira, mantan pemain tim nasional Inggris ini menjadi sosok penting bagi Wenger, baik di dalam maupun di luar lapangan. Dia dikenal karena kemampuannya mencetak gol spektakuler dari jarak jauh, sementara penampilan gemilangnya di lini tengah membuatnya dijuluki 'Romford Pele'. Sepanjang kariernya di Arsenal, Parlour mencatatkan 450 penampilan dan membantu klub meraih berbagai trofi, termasuk tiga gelar Premier League dan empat Piala FA, sebelum akhirnya bergabung dengan Middlesbrough pada tahun 2004.

3. Nacho Monreal

Nacho Monreal mungkin tidak dikenal sebagai bek paling hebat atau paling berpengaruh dalam sejarah Arsenal, tetapi kontribusinya terhadap tim sangat signifikan. Setelah dua tahun bermain di klub Spanyol Malaga, Monreal bergabung dengan Arsenal pada tahun 2013 dengan biaya transfer sebesar 10 juta.

Pemain asal Spanyol ini memiliki peran yang sangat penting dalam membantu Arsenal meraih kemenangan di Piala FA pada tahun 2015. Ia mencetak gol pembuka saat melawan Manchester United di babak perempat final, yang menjadi bagian dari perjalanan timnya menuju gelar tersebut.

Selain itu, Monreal juga berhasil mencetak gol yang sangat indah di semifinal melawan Manchester City pada tahun 2017, dan Arsenal akhirnya berhasil meraih gelar dengan kemenangan 2-1 atas Chelsea. Pada Agustus 2019, Monreal memutuskan untuk pindah ke Real Sociedad setelah enam tahun yang luar biasa di Emirates.

4. Nwankwo Kanu

Setelah membangun reputasi yang kuat di klub Italia, Inter Milan, Nwankwo Kanu akhirnya direkrut oleh Arsenal sebagai pengganti Nicolas Anelka yang telah pergi. Meskipun Kanu mungkin tidak setara dengan Thierry Henry atau Dennis Bergkamp, dia tetap menjadi sosok yang sangat dihormati dan dianggap sebagai pahlawan kultus di klub tersebut.

Hattrick yang ia cetak dalam waktu 15 menit melawan Chelsea akan selalu diingat oleh para penggemar Arsenal. Dalam pertandingan tersebut, Kanu berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak gol-gol yang membawa The Gunners meraih kemenangan meskipun sebelumnya tertinggal dua gol.

Ia termasuk salah satu pemain paling sukses yang pernah membela Arsenal, dengan koleksi trofi yang mencakup Liga Champions bersama Inter, Piala UEFA, satu gelar Liga Inggris, tiga Piala FA, dan satu Medali Emas Olimpiade. Di tingkat individu, Kanu juga diakui dengan dua penghargaan Pemain Terbaik Afrika.

5. Lukas Podolski

Arsenal berhasil merekrut Lukas Podolski dari klub Bundesliga, Koln, dengan biaya sebesar 15 juta pada tahun 2012. Dia bergabung dengan Olivier Giroud dan Santi Cazorla dalam tim, setelah sebelumnya memperkuat Bayern Munchen dan Koln. Podolski menunjukkan kualitasnya sebagai pencetak gol yang dapat diandalkan bagi The Gunners, meskipun ia mengalami kesulitan untuk menemukan posisi tetap di starting XI di bawah pelatih Arsene Wenger. Penyerang asal Jerman ini sering kali dimainkan di luar posisi aslinya, bahkan harus melebar ke sayap.

Meskipun demikian, hal tersebut tidak menghalanginya untuk mencetak 31 gol yang mengesankan serta memberikan 17 assist dalam 81 penampilan bersama Arsenal. Dia dikenal karena kemampuan tembakan kaki kirinya yang mematikan, yang telah menghasilkan banyak gol untuk timnya. Pada tahun 2015, Lucas Podolski akhirnya dipinjamkan ke klub Serie A, Inter Milan, sebelum menyelesaikan transfer permanen senilai 2,5 juta ke Galatasaray, klub asal Turki, setahun kemudian. Sumber: Sportskeeda

Read Entire Article
Bisnis | Football |