Achraf Hakimi Terancam Absen di Piala Dunia 2026 karena Kasus Asusila

6 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Maroko berpotensi menghadapi masalah besar di Piala Dunia 2026 terkait status kapten mereka, Achraf Hakimi. Bek kanan Paris Saint-Germain itu kini berada dalam situasi hukum yang dapat memengaruhi partisipasinya di turnamen.

Hakimi sebelumnya telah dipastikan akan menjalani sidang terkait tuduhan pemerkosaan yang terjadi di Paris pada 2023. Kondisi ini membuka kemungkinan adanya pembatasan perjalanan ke salah satu negara tuan rumah, yakni Meksiko.

Situasi tersebut menjadi sorotan serius karena Maroko memiliki ambisi besar di Piala Dunia 2026. Kehilangan sosok kapten di fase penting turnamen bisa berdampak signifikan terhadap stabilitas tim.

Di sisi lain, Hakimi tetap aktif bersama tim nasional dan baru saja memimpin Maroko meraih kemenangan 1-0 atas Skotlandia. Namun, isu non-teknis kini mulai mengiringi perjalanan mereka di turnamen.

Status Hukum Hakimi dan Ancaman Pembatasan Masuk Meksiko

Sidang awal terkait kasus yang menjerat Achraf Hakimi telah dijadwalkan, meski sang pemain sempat mengajukan banding. Namun, upaya tersebut tidak berhasil sehingga proses hukum tetap berlanjut.

Bek berusia 27 tahun itu dituduh melakukan pemerkosaan di rumahnya di Paris pada 2023. Sejak awal investigasi pada Maret tahun itu, Hakimi secara konsisten membantah seluruh tuduhan.

Meski belum ada vonis bersalah, proses hukum ini berpotensi berdampak pada mobilitas internasionalnya. Salah satu konsekuensi yang muncul adalah kemungkinan penolakan masuk ke Meksiko.

Hal ini merujuk pada regulasi imigrasi Meksiko yang dapat menolak individu yang sedang menjalani proses pidana. Situasi ini menjadi krusial mengingat format Piala Dunia 2026 melibatkan tiga negara tuan rumah.

Dampak Potensial bagi Maroko di Piala Dunia 2026

Maroko memainkan seluruh laga fase grup di Amerika Serikat, namun fase gugur bisa membawa mereka ke Meksiko. Hal ini bergantung pada posisi akhir di grup dan jalur kelolosan mereka.

Jika Maroko finis sebagai runner-up Grup C, mereka akan melaju ke Monterrey untuk babak 32 besar. Sementara itu, jalur lain juga berpotensi membawa mereka ke Mexico City pada fase yang sama.

Kondisi tersebut membuat status Hakimi menjadi isu strategis bagi tim nasional Maroko. Kehilangan kapten di laga penting tentu akan memengaruhi struktur pertahanan dan kepemimpinan tim.

Kasus serupa pernah terjadi pada turnamen ini ketika Thomas Partey tidak bisa masuk ke Kanada. Situasi tersebut menunjukkan bahwa aspek hukum dapat berdampak langsung pada partisipasi pemain di Piala Dunia.

Sumber: talkSPORT

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar

Simak Artikel Lain Tentang Piala Dunia FIFA 2026

Lihat Semua

Tempat Menonton Belanda vs Swedia di Piala Dunia 2026

Read Entire Article
Bisnis | Football |