Alot! Negosiasi AS-Iran Masih Mentok di Poin Ini

15 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk menyetop perang masih berjalan sangat alot, terutama terkait pembahasan Uranium Teheran yang diperkaya.

Iran belum menyetujui poin dalam proposal AS yang meminta Teheran menyerahkan uranium tersebut kepada Washington.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS sendiri bersikeras pada tiga poin negosiasi yaitu, Iran harus menyerahkan uranium yang hampir mencapai tingkat pengayaan senjata nuklir, Teheran harus setuju untuk membatasi aktivitas nuklirnya, dan membuka kembali Selat Hormuz agar kesepakatan damai dapat berlaku.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberi bocoran bahwa perundingan dengan Iran masih mentok di tiga poin itu, terutama terkait uranium.

"Saya pikir sekarang, dalam beberapa dokumen yang telah dipertukarkan bolak-balik, hal itu telah dibahas dengan jelas, tetapi kami masih belum mendapatkan persetujuan akhir dari sistem mereka hingga pagi ini," kata Rubio kepada Komite Urusan Luar Negeri DPR AS, dikutip dari Al Arabiya.

Rubio juga menegaskan kembali pernyataannya bahwa perang di Iran telah berakhir, meski kemudian Iran menyerang bandara Kuwait dan menewaskan satu orang serta melukai 63 orang pada Rabu.

"Kami tidak lagi melakukan serangan berkelanjutan di dalam Iran untuk melemahkan militer mereka, karena Epic Fury telah berakhir," kata Rubio kepada panel tersebut, menegaskan bahwa AS telah meraih kemenangan.

"Kami mendefinisikan kemenangan (AS) sebagai penghancuran basis industri pertahanan mereka, pengurangan signifikan jumlah peluncur rudal yang mereka miliki, pengurangan signifikan persediaan drone mereka," kata Rubio.

"Dan kami mencapai semua itu, selain menghancurkan apa yang tersisa dari angkatan udara mereka dan melenyapkan seluruh angkatan laut konvensional mereka."

Iran sendiri belum menyatakan setuju menyerahkan uranium mereka ke AS jika Washington belum memenuhi syarat Teheran untuk mencairkan aset sebesar US$12 miliar yang dibekukan AS.

Iran juga menolak pernyataan sebelumnya dari Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa persediaan uranium yang diperkaya Iran pada akhirnya akan dihancurkan.

Dampak perang yang dimulai dengan serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari telah melanda seluruh Timur Tengah. Negara-negara teluk ikut menderita karena Iran menargetkan sekutu AS di kawasan tersebut dan secara efektif memblokir jalur pengiriman minyak vital Selat Hormuz

(bac/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |