Argentina vs Mesir: Lionel Scaloni Keluhkan Padatnya Jadwal Fase Gugur Piala Dunia!

11 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, menilai tim-tim yang telah melaju ke fase gugur Piala Dunia seharusnya mendapatkan waktu istirahat yang lebih panjang. Menurutnya, jadwal pertandingan yang terlalu padat menjadi tantangan besar bagi para pemain, terutama ketika kompetisi memasuki babak-babak penentuan.

Seperti yang sudah diketahui, Timnas Argentina berhasil melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Mereka akan berhadapan dengan Timnas Mesir untuk memperebutkan tiket ke babak semifinal.

Apabila berhasil melaju hingga partai final, Argentina harus menjalani lima pertandingan dalam rentang 17 hari. Situasi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi Lionel Messi yang kini telah berusia 39 tahun dan tetap menjadi andalan utama La Albiceleste.

Tambahan 30 menit bermain di bawah cuaca panas Miami menjadi perhatian Scaloni. Ia mengungkapkan banyak pemainnya mengalami kram setelah pertandingan akibat tingginya intensitas laga dan kondisi cuaca yang berat.

Meski demikian, Argentina dinilai memiliki jalur yang cukup menguntungkan menuju babak semifinal. Di babak perempat final, mereka akan menghadapi Mesir di Atlanta pada Selasa, dan jika lolos akan bertemu pemenang laga Kolombia kontra Swiss.

Simak komentar lengkap sang pelatih di bawah ini.

Waktu Istirahat Terlalu Pendek

Menjelang pertandingan kontra Mesir tersebut, Scaloni kembali menyoroti persoalan waktu pemulihan pemain yang menurutnya tidak ideal.

Ia menilai jeda antar pertandingan di fase gugur Piala Dunia 2026 ini sangat sempit dan itu berpengaruh pada performa para pemain di atas lapangan nanti.

"Semakin mendekati akhir turnamen dan semakin banyak pertandingan yang dimainkan, seharusnya para pemain mendapatkan waktu istirahat yang lebih panjang. Namun yang terjadi justru sebaliknya," ujar Scaloni dalam konferensi pers seperti yang dikutip AFP.

Seharusnya Bisa Lebih Banyak Istirahat

Scaloni memperingatkan FIFA bahwa mereka harus lebih mempertimbangkan kondisi pemain dalam menyusun jadwal pertandingan. Jika tidak para pemain akan mendapatkan getah dari jadwal kelewat padat tersebut.

"Kami baru saja bermain di Miami dengan cuaca yang sangat panas, lalu besok kami harus kembali bertanding pada siang hari. Masa pemulihan seperti ini jelas tidak ideal."

Scaloni juga menilai Mesir memiliki sedikit keuntungan karena memperoleh waktu istirahat yang lebih lama dibandingkan Argentina, meskipun selisihnya tidak terlalu besar.

"Saya rasa Mesir memiliki beberapa jam tambahan untuk memulihkan kondisi. Memang bukan perbedaan yang signifikan, tetapi menurut saya, ketika Piala Dunia memasuki fase-fase akhir, waktu istirahat menjadi semakin penting," tutupnya.

Sumber: AFP

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Kalahkan Portugal, Spanyol Tidak Takut Hadapi Siapapun di Piala Dunia 2026

Read Entire Article
Bisnis | Football |