AS Ancam Kontraktor Kedubes, Setop Program Inklusi Atau Tak Dibayar

1 day ago 4

frl | CNN Indonesia

Rabu, 02 Apr 2025 15:12 WIB

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di seluruh dunia mengirimkan surat kepada kontraktor untuk menghentikan program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI). Ilustrasi salah satu kedubes Amerika Serikat. Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di seluruh dunia mengirimkan surat kepada kontraktor untuk menghentikan program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI).(AFP/SERGEI SUPINSKY)

Jakarta, CNN Indonesia --

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di berbagai negara mengirimkan surat kepada kontraktor hingga penyedia jasa di negara setempat untuk menghentikan program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI).

Permintaan ini mengikuti perintah eksekutif Presiden Donald Trump. Pemerintah AS sendiri telah mencabut program DEI di kantor federal dan perusahaan lokal.

"Ini suatu upaya untuk mematuhi perintah eksekutif dari presiden, dan surat ini menjadi pernyataan tersertifikasi untuk konsulat serta kedutaan lokal," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tammy Bruce, seperti diberitakan CNN pada Selasa (1/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kontraktor yang bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri AS juga didesak untuk menyepakati surat tersebut, karena akan jadi syarat pembayaran oleh pemerintah AS.

Kontraktor kemudian akan berurusan hukum dan terancam tidak dibayar jika enggan menyepakati dokumen tersebut.

Surat perintah yang ditandatangani Trump itu juga disebut berlaku untuk semua pemasok sekaligus penyedia layanan pemerintah AS, terlepas dari kewarganegaraan dan negara tempat mereka beroperasi.

"Jika Anda tidak setuju untuk menandatangani dokumen ini, kami akan sangat menghargai jika Anda dapat memberikan alasan yang terperinci, yang akan kami teruskan ke layanan hukum kami," bunyi surat tersebut.

Program DEI memiliki tujuan mendorong representasi ras, jenis kelamin, dan kelas yang berbeda. Program ini juga mendorong terciptanya ruang kerja yang inklusif terhadap kaum penyandang disabilitas, veteran, dan kelompok lainnya yang kurang terwakili.

Trump kemudian memerintahkan supaya program DEI tidak lagi berlaku. Perintah itu menyebabkan pejabat di kantor federal hingga perusahaan AS terdesak untuk menghentikan program.

Pemerintah AS mengklaim kebijakan itu dicabut karena Trump meyakini perekrutan di semua bagian pemerintahan harus berdasarkan pada prestasi saja. Ia juga menegaskan program DEI dicabut demi warga Amerika, bukan sekadar agenda ideologis semata.

"Kami akan menghentikan setiap program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi di seluruh pemerintahan federal," ujar Trump, beberapa waktu lalu.

(vws)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |