Bank BRI Catat Laba Bersih Rp 57,13 Triliun di 2025

19 hours ago 16

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 57,132 triliun sepanjang 2025. Laba bersih tersebut berasal dari peningkatan pengaluran kredit hingga efisiensi pendanaan. 

"Hingga akhir triwulan IV-2025 BRI berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 57,132 triliun," kata Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Konferensi Pers Laporan Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV-2025, Kamis (26/2/2026).

Ia menyampaikan bahwa pencapaian tersebut ditopang oleh kinerja intermediasi yang solid, efisiensi pendanaan, serta kualitas aset yang terus membaik. Secara konsolidasi, berbagai indikator keuangan utama menunjukkan tren pertumbuhan yang sehat sepanjang tahun.

Kinerja positif ini sekaligus memperkuat posisi BRI sebagai salah satu bank dengan kontribusi terbesar terhadap pembiayaan sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Strategi bisnis yang fokus pada segmen tersebut dinilai tetap relevan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, pengelolaan risiko yang lebih prudent turut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kinerja perseroan. Hal tersebut tercermin dari perbaikan sejumlah rasio keuangan utama hingga akhir tahun 2025.

Aset dan Dana Pihak Ketiga Tumbuh Stabil

Sepanjang 2025, total aset BRI tercatat tumbuh 7,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp2.135 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan ekspansi bisnis yang tetap berjalan seiring meningkatnya aktivitas intermediasi perbankan.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) juga mencatatkan peningkatan yang solid. Hingga akhir tahun, DPK BRI tumbuh 7,4 persen yoy menjadi Rp1.467 triliun, didorong oleh penguatan dana murah atau current account saving account (CASA).

"Tercatat cost of fund dana pihak ketiga pada akhir tahun 2025 itu mengalami penurunan dari sebelumnya cukup tinggi, menjadi sebesar 2,9 persen atau membaik dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2004 sebesar 3,1 persen," ujarnya.

Kredit Tumbuh Double Digit

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI mencatat pertumbuhan 12,3 persen yoy menjadi Rp 1.521 triliun hingga akhir triwulan IV-2025. Pertumbuhan ini melampaui rata-rata industri perbankan nasional yang berada di kisaran 9,6 persen sepanjang tahun.

"Dari sisi intermediasi penyaluran kredit tumbuh sebesar 12,3 persen secara year-on-year menjadi Rp 1.521 triliun dengan fokus penyaluran pada segmen UMKM. Pencapaian ini tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan nasional," ujarnya.

Meski mencatat pertumbuhan kredit double digit, BRI tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. Hal ini tercermin dari kualitas aset yang tetap terjaga dengan baik sepanjang tahun berjalan.

Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tercatat berada di level 3,07 persen hingga akhir 2025. Sementara itu, loan at risk (LAR) juga berhasil ditekan dari 10,7 persen pada akhir 2024 menjadi 9,6 persen pada akhir 2025.

Read Entire Article
Bisnis | Football |