Chelsea Dibungkam Arsenal, Chris Sutton Semprot Pedro Neto Dengan Kata-kata Pedas

2 weeks ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal meraih kemenangan penting 2-1 atas Chelsea pada pekan ke-28 Liga Inggris 2025/2026. Duel panas di Emirates Stadium, Minggu (01/03/2026), itu berjalan ketat dan sarat drama hingga menit akhir.

The Gunners lebih dulu memimpin lewat gol William Saliba di pertengahan babak pertama. Namun, Chelsea mampu menyamakan skor jelang turun minum setelah Piero Hincapie melakukan gol bunuh diri usai membelokkan sepak pojok berbahaya Reece James.

Memasuki babak kedua, Chelsea sempat tampil lebih agresif dan menekan pertahanan tuan rumah. Akan tetapi, efektivitas Arsenal dalam situasi bola mati kembali menjadi pembeda di laga ini.

Jurrien Timber akhirnya memastikan kemenangan Arsenal setelah memanfaatkan kemelut hasil sepak pojok Declan Rice. Situasi makin sulit bagi Chelsea ketika Pedro Neto menerima kartu merah di menit ke-70, membuat mereka harus menutup laga dengan sepuluh pemain.

Ledakan Emosi Neto yang Bikin Sutton Geram

Masalah disiplin kembali menghantui Chelsea dalam laga krusial ini. Pedro Neto kehilangan kendali di momen yang seharusnya menjadi fase penting bagi timnya untuk memburu gol penyeimbang.

Kartu merah itu bermula setelah Jurrien Timber membawa Arsenal kembali unggul dengan 24 menit tersisa. Neto lebih dulu menerima kartu kuning karena protes agresif terhadap keputusan wasit usai gol tersebut.

Hanya berselang tiga menit, winger asal Portugal itu kembali diganjar kartu kuning kedua. Ia melakukan pelanggaran yang dinilai disengaja terhadap Gabriel Martinelli untuk menghentikan serangan balik cepat Arsenal.

Keputusan itu langsung menuai sorotan tajam dari mantan striker Chelsea, Chris Sutton. Berbicara kepada BBC Radio 5 Live, Sutton tak menahan kritiknya.

Sutton berkata: "Dari sudut pandang Chelsea, Pedro Neto sangat mengecewakan mereka. Sungguh idiot yang diusir seperti itu."

Reece James Akui Disiplin Jadi Masalah Serius

Kartu merah Neto bukan hanya berdampak pada laga ini, tetapi juga menambah daftar panjang catatan disiplin buruk Chelsea musim ini. The Blues kini tercatat sudah kehilangan sembilan pemain akibat kartu merah di semua kompetisi.

Situasi tersebut jelas menyulitkan upaya tim asuhan Liam Rosenior dalam menjaga konsistensi performa. Bermain dengan sepuluh pemain di fase akhir laga membuat tekanan Arsenal semakin sulit dibendung.

Kapten tim, Reece James, tak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Ia mengakui bahwa bermain dengan jumlah pemain tidak lengkap menjadi hambatan besar di kompetisi seketat Premier League.

Dalam wawancaranya dengan Sky Sports, James menjelaskan: "Kami telah membicarakannya, hal ini telah muncul beberapa kali, setiap kali pelakunya berbeda, bukan pemain yang sama. Secara internal, kami perlu meninjau dan terus meningkatkan diri."

"Ini adalah masalah, kami bermain di liga tersulit di dunia, Anda bermain melawan tim papan atas atau bawah, 11 lawan 11 itu sulit, 11 lawan 10 bahkan lebih sulit, tidak peduli siapa lawan Anda. Saya tidak ragu pada tim dan staf, hari ini tidak berjalan sesuai keinginan kami, tetapi kami perlu berkumpul kembali dan mencoba lagi," tegasnya.

(BBC/Sky Sports)

Mikel Arteta Puas Arsenal Bangkit dan Tumbangkan Chelsea

Read Entire Article
Bisnis | Football |