China Desak AS Segera Batalkan Tarif Trump, Tegaskan Pembalasan

19 hours ago 6

CNN Indonesia

Kamis, 03 Apr 2025 10:00 WIB

China menentang keras tarif baru AS yang diumumkan Donald Trump dan meminta segera dibatalkan atau mereka lakukan balasan. China menentang keras tarif baru AS yang diumumkan Donald Trump dan meminta segera dibatalkan atau mereka lakukan balasan. (REUTERS/Elizabeth Frantz)

Jakarta, CNN Indonesia --

China menentang keras tarif baru AS yang diumumkan Donald Trump dan diberlakukan secara menyeluruh atas ekspornya. Mereka berjanji untuk "mengambil tindakan balasan" untuk melindungi hak dan kepentingannya sendiri.

Kementerian Perdagangan China menyatakan tarif Trump "tidak mematuhi aturan perdagangan internasional dan secara serius merugikan hak dan kepentingan yang sah dari pihak-pihak terkait."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mendesak AS segera membatalkan tarif baru tersebut," kata Kementerian Perdagangan China seperti diberitakan AFP, Kamis (3/4).

Presiden AS Donald Trump memicu perang dagang global yang berpotensi merusak dengan mengenakan tarif 10 persen atas impor dari seluruh dunia dan pungutan tambahan yang keras atas mitra dagang utama.

Ia mengumumkan tarif 34 persen atas China, salah satu mitra dagang terbesarnya. Tarif dasar 10 persen atas semua negara juga akan berlaku untuk China.

Trump pada Rabu (2/4) waktu AS menyebut tindakan itu sebagai "program timbal balik" tetapi banyak pakar mengatakan perkiraan pemerintahannya untuk pungutan yang dikenakan pada impor AS oleh negara lain sangat dibesar-besarkan.

[Gambas:Video CNN]

Seorang pejabat senior Gedung Putih menyebut tarif timbal balik berlaku 9 April pukul 00.01 waktu setempat.

Sementara itu, mulai Sabtu (5/4) pukul 00.01 waktu setempat, importir barang dari negara lain mulai membayar tarif dasar 10 persen.

Menyusul pengumuman tersebut, kementerian perdagangan China menyerukan "dialog" untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.

"Tidak ada pemenang dalam perang dagang, dan tidak ada jalan keluar untuk proteksionisme," katanya. "Sejarah telah membuktikan bahwa menaikkan tarif tidak menyelesaikan masalah AS sendiri," tambahnya.

"Itu merugikan kepentingan Amerika sendiri dan membahayakan pembangunan ekonomi global serta stabilitas produksi dan rantai pasokan."

Hal tersebut disampaikan sebagai penegasan setelah Menteri Luar Negeri Wang Yi mengatakan China akan membalas dengan tegas jika kebijakan tarif tersebut berdampak kepada negaranya.

Terlebih, China selama ini membantu AS lewat aliran obat prekursor fentanil.

Ia kemudian mewanti-wanti AS yang berpotensi memakai fentanil sebagai dalih untuk memasang tarif dua kali lipat terhadap China. Menurut Wang, dalih itu "sangat tidak berdasar" karena berbagai bantuan yang diberikan China kepada AS.

China juga mengklaim selalu memberikan bantuan kepada AS, termasuk tentang fentanil. Bantuan itu pun yang membuat China merasa tidak berhak diberlakukan dengan buruk oleh AS melalui tarif baru.

Wang kemudian menegaskan komitmen China merawat hubungan China-AS yang stabil, sehat, dan berkelanjutan. Ia pun berharap hubungan itu tetap terjalin dan tak rusak akibat penetapan tarif tersebut.

(afp/chri)

Read Entire Article
Bisnis | Football |