Deretan Negara yang Kerek Harga BBM Imbas Perang Iran-AS

6 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Saat perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran mengguncang ekonomi global, sejumlah negara terkena dampaknya. Salah satunya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kekhawatiran pasokan bahan bakar. Berikut deretan negara yang telah menaikkan harga bahan bakar.

Mengutip Anadolu Agency, Sabtu (28/3/2026), beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Inggris mengalami kendala pasokan sementara pada Jumat. Hal ini karena harga bahan bakar terus naik di tengah gangguan pasokan global dan peningkatan permintaan.

Setelah pecahnya perang AS-Israel-Iran, lalu lintas melalui Selat Hormuz, yang sangat penting untuk perdagangan energi global, hampir terhenti, terus memberikan tekanan pada pasokan dan harga minyak dan gas.

Harga bahan bakar di Inggris telah naik sejak perang, dengan harga bensin melebihi 1,5 poundsterling per liter (USD 7,25 per galon) dan meningkat sekitar 15% dibandingkan dengan harga sebelum perang.

Harga solar telah mencapai 1,77 poundsterling per liter (USD 8,54 per galon).

CEO Asda, salah satu jaringan ritel terbesar di Inggris, Allan Leighton mengatakan “sebagian kecil” SPBU perusahaan menghadapi kendala sementara. "Kami melihat peningkatan permintaan yang sangat kuat karena volatilitas harga,” kata Leighton.

Ia menambahkan, volume penjualan bahan bakar telah meningkat secara signifikan.

“Jelas, permintaan telah melampaui pasokan. Pasokan terbatas, dan kami semua bekerja keras untuk mengatasi ini. Masalah ini bersifat sementara. Mungkin akan ada beberapa gangguan selama periode pengiriman, dan kami memperkirakan ini akan berlanjut untuk beberapa waktu,” katanya.

Selain itu, mengutip IRU.org, rata-rata harga diesel tertimbang di seluruh Uni Eropa berada di 2,12 euro per liter pada 26 Maret, naik 29% sejak awal perang.

Di Uni Eropa, pemerintah mulai mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kenaikan harga, mendukung operator transportasi secara keuangan dan memastikan pasokan yang memadai.

Mengenai mitigasi harga, Kroasia, Hongaria, Slovakia dan Slovenian telah mengenalkan pembatasan harga sementara. Pajak cukai sedikit dipangkas di Kroasia, Hongaria, Irlandia, Italia dan Portugal.

Negara Lain

Di China, rata-rata harga diesel naik lagi pekan ini. Meski kapal tanker berhasil menyeberangi Selat Hormuz menuju China dan pemerintah memberlakukan pembatasan kenaikan pada Senin, 23 Maret 2026, harga sekarang naik 25% dari pada awal perang.

Di Brasil, harga solar kini telah naik lebih dari 20% sejak awal perang. Sedangkan di Turki, harga naik 30%.

Selanjutnya di Filipina, Departemen Energi mengumumkan harga bensin di SPBU naik 8 Peso Filipina hingga 12 Peso Filipina per liter. Harga eceran untuk RON 97 naik menjadi 112,40 Peso Filipina per liter dari sebelumnya 87,69 Peso Filipina. RON 95 dari 83,10 Peso Filipina menjadi 109,78 Peso Filipina per liter dan RON 91 dari 82,60 Peso Filipina menjadi 102,50 Peso Filipina per liter.

Sedangkan harga solar naik mencapai 15-18 Peso Filipina per liter sehingga harga jualnya berkisar antara 107 Peso Filipina hingga 134,30 Peso Filipina. Sementara itu, harga solar plus berkisar 114,99 hingga 144,20 Peso Filipina per liter.Demikian mengutip GMA News Online.

Mengutip Al Jazeera, Pemerintah Mesir mengumumkan kenaikan harga antara 15-22% untuk bensin, solar dan gas LPG pada 10 Maret 2026.

Selain itu, Mesir juga memerintahkan pusat perbelanjaan, toko dan kafe tutup pada pukul 9 malam saat hari kerja dan 10 malam pada akhir pekan serta mengurangi penerangan umum.

Selain itu, Pakistan juga menaikkan harga bensin setelah tidak menaikkannya sebelum Lebaran. Pakistan menaikkan harga bensin dan solar sekitar 55 rupe atau USD 0,20 per liter.

Kenaikan Harga Minyak Dunia

Sebelumnya, harga minyak melonjak hingga sentuh level tertinggi dalam tiga tahun pada Jumat, 27 Maret 2026. Kenaikan harga minyak ini seiring perubahan haluan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang negosiasi dengan Iran gagal meredakan kekhawatiran pasar tentang gangguan pasokan besar-besaran di Timur Tengah.

Mengutip CNBC, Sabtu (28/3/2026), harga minyak Amerika Serikat naik 5,46% menjadi USD 99,64 per barel. Harga minyak Brent melonjak 4,22% menjadi USD 112,57. Ini merupakan level tertinggi sejak Juli 2022 ketika invasi Rusia ke Ukraina mengguncang pasar energi.

Harga minyak mentah AS mencapai level tertinggi pada Jumat pekan ini ke USD 100,04 sebelum sedikit turun. Kontrak itu mengakhiri pekan ini sekitar 1% lebih tinggi, sedangkan Brent tetap stabil.

Langkah Trump untuk memberi Iran perpanjangan 10 hari untuk membuka Selat yang sangat penting secara strategis gagal meredakan kekhawatiran pasokan. Presiden mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial pada Kamis bahwa pembicaraan dengan Iran "berjalan sangat baik" meskipun ada "pernyataan yang salah sebaliknya oleh Media Berita Palsu, dan lainnya."

Sebagai bagian dari pengumuman tersebut, presiden AS mengatakan ia akan menghentikan sementara serangan terhadap infrastruktur energi Iran hingga 6 April. Iran belum memberikan komentar atas pernyataan terbaru Trump.

Sementara itu, dua kapal kontainer milik China Ocean Shipping Company mencoba melewati Selat Hormuz tetapi dipulangkan, menurut perusahaan pelacak kapal MarineTraffic. China adalah sekutu Iran dan Republik Islam sebelumnya mengatakan kapal-kapal sekutu dapat melewati Selat Hormuz.

Ini adalah upaya pertama oleh perusahaan pengangkut kontainer besar untuk melintasi jalur laut tersebut sejak perang dimulai, kata perusahaan itu. COSCO adalah perusahaan pelayaran terbesar keempat di dunia berdasarkan kapasitas.

“Perkembangan semalam menunjukkan situasi di Selat Hormuz tetap sangat tidak stabil,” kata perusahaan itu dalam sebuah unggahan di media sosial.

Sentimen Harga Minyak Lainnya

Berbicara dalam rapat Kabinet pada Kamis, Trump juga mengatakan Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak untuk melewati Selat Hormuz minggu ini sebagai "hadiah" untuk AS.

Pasar telah memantau dengan cermat perkembangan di Selat Hormuz untuk mencari tanda-tanda gangguan atau de-eskalasi, karena ketegangan antara Washington dan Teheran terus menyuntikkan volatilitas ke dalam harga energi.

Pernyataan Trump menunjukkan setidaknya beberapa pengiriman minyak terus bergerak melalui jalur air tersebut, berpotensi mengurangi kekhawatiran pasokan langsung.

Namun, analis memperingatkan pasar minyak secara keseluruhan tetap semakin rapuh, bahkan jika pengiriman terisolasi dilanjutkan.

"Pasar minyak tidak bereaksi berlebihan terhadap gangguan di Selat Hormuz; pasar menyerapnya,” ujar Kepala Analis Minyak Rystad Energy, Paola Rodriguez-Masiu.

"Selama hampir empat minggu, pasar telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa… didukung oleh kombinasi surplus pra-perang, minyak mentah yang masih berada di laut, dan barel kebijakan yang memberikan penyangga sementara dan menjaga harga tetap terkendali. Fase itu sekarang berakhir,” katanya.

Menurut Rystad, sistem global telah bergeser dari “terlindung menjadi rapuh” setelah berminggu-minggu mengalami kehilangan pasokan dan pengurangan persediaan, sehingga menyisakan sedikit ruang untuk menyerap guncangan lebih lanjut.

Hampir 17,8 juta barel per hari aliran minyak dan bahan bakar melalui Selat Hormuz telah terganggu, menurut perkiraan perusahaan tersebut, dengan hampir 500 juta barel total cairan yang hilang hingga saat ini.

Read Entire Article
Bisnis | Football |