Di Depan Pengusaha, Airlangga Bongkar Tujuan DSI Dibentuk

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengumpulkan sejumlah asosiasi pengusaha terkait mineral, batu bara, hingga kelapa sawit. Dia menegaskan proses ekspor setelah dibentuk badan baru oleh pemerintah.

Dia menyampaikan, proses ekspor komoditas strategis nantinya hanya melalui BUMN yang ditunjuk melakukan pengurusan ekspor tadi. Ini merujuk pada PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang baru dibentuk Danantara.

"Ini sifatnya strategis dan regulasi yang diatur adalah untuk mendorong tata kelola ekspor, yaitu seluruh SDA (sumber daya alam) strategis hanya dilakukan oleh BUMN Ekspor dalam hal ini Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI)," kata Airlangga kepada asosiasi pengusaha, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Dia menegaskan, tujuan dibentuknya DSI sebagai badan ekspor ini untuk memperkuat kontrol dan pengawasan proses ekspor dan devisa hasil ekspor atas komoditas SDA strategis. "Sehingga akan membangun validitas dan integrasi data perdagangan dan mengurangi atau menghilangkan trade misinvoicing," ucap dia.

Airlangga menyoroti perbedaan data ekspor impor antara Indonesia dan negara lain. Sebagai contoh, defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) misalnya dalam catatan pemerintah Indonesia sebesar USD 16-17 miliar, sementara pemerintah AS mencatat sebesar USD 20 miliar.

"Kita tahu bahwa data ekspor Indonesia dan data impor dengan negara terkait itu ada perbedaan, ada delta. Kita misalnya dengan Amerika kita mengatakan bahwa berdasarkan data kita defisit, Amerika defisit sekitar USD 16-17 billion, tetapi menurut Amerika itu USD 20 billion," tuturnya.

Jaga Nilai Tukar dan Daya Tawar

Menko Airlangga melanjutkan, pola ekspor tersebut diperlukan untuk melakukan stabilisiasi nilai tukar, pertumbuhan ekonomi, dan pengendalian tingkat inflasi di Tanah Air.

"Serta mendorong bargaining position ataupun nilai tukar, nilai tawar Indonesia terhadap pasar-pasar di luar negeri dan kita bisa menjaga stabilitas harga," katanya.

"Tiga ekspor komoditi utama kita adalah batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy, ferro alloy itu paduan besi," sambung Airlangga.

BUMN Baru Khusus Kawal Transaksi Ekspor

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi menbentuk badan usaha khusus untuk ekspor-impor komoditas strategis. Badan usaha baru ini disebut mulai berjalan 1 Juni 2026 mendatang.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menyampaikan badan usaha yang dibentuk yakni PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Pembentukannya jadi mandat langsung Presiden Prabowo Subianto.

"Danantara Indonesia ditunjuk oleh Bapak Presiden untuk memperkuat sistem perdagangan ekspor-impor dengan mendirikan PT Danantara Sumber Daya Indonesia, yang akan beroperasi dalam kerangka BUMN efektif per 1 Juni 2026,” kata Pandu dalam media briefing di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (10/5/2026).

Memperkuat Transparansi Ekspor Komoditas

DSI digadang mampu memperkuat transparansi dan sistem pelaporan perdagangan pada konteks ekspor-impor komoditas strategis. Komoditas seperti sawit dan batu bara menjadi salah satu diantara yang akan dikelola.

Pandu menegaskan, DSI akan berjalan untuk memastikan transaksi dilakukan secara akuntabel dan sesuai dengan acuan harga pasar. Ini turut merespons temuan praktik under-invoicing dalam kegiatan ekspor yang jadi sorotan Kepala Negara.

"DSI mendukung pengelolaan devisa negara secara lebih optimal, serta melakukan konsolidasi data dan tata kelola guna meningkatkan efisiensi sektor," jelas Pandu.

Read Entire Article
Bisnis | Football |