Harga Perak Antam Hari Ini 21 Mei 2026 Naik Rp 1.150

13 hours ago 10

Berita ini membuatmu penasaran?

Bagaimana pergerakan harga perak Antam pada Kamis, 21 Mei 2026?Apa yang menyebabkan harga perak dunia melemah?Produk perak apa saja yang ditawarkan oleh Antam?

Baca artikel ini 6x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak pada Kamis, (21/5/2026) mengikuti harga emas Antam. Namun, harga perak dunia melemah.

Mengutip laman logammulia.com, harga perak naik Rp 1.150 menjadi Rp 49.800. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak dibanderol Rp 48.650.

Antam menawarkan perak batangan 250 gram, perak batangan 500 gram dan perak butiran murni 99,95%.  Harga perak batangan 250 gram dipatok Rp 12.975.000 dan perak batangan 500 gram ditetapkan Rp 25.025.000.

Mengutip data tradingeconomics.com, harga perak dunia turun 0,44% menjadi USD 75,49. Sebelumnya, harga perak naik di atas USD 76 per ounce pada Kamis, memperpanjag kenaikan dari sesi sebelumnya. Hal itu didukung optimisme yang meningkat kalau kesepakatan damai yang akan segera terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat meredakan tekanan inflasi dan mengurangi kekhawatiran atas kenaikan suku bunga.

Presiden Donald Trump mengatakan, AS berada di tahap akhir negosiasi dengan Iran, yang memicu harapan  Selat Hormuz yang strategis mungkin akan segera dibuka kembali. Prospek pemulihan arus pengiriman memicu penurunan tajam harga minyak, membantu meredam kekhawatiran inflasi dan menurunkan ekspektasi bank sentral perlu memperketat kebijakan moneter.

Pada saat yang sama, risalah dari pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve (the Fed) menunjukkan sebagian besar pejabat percaya bahwa kenaikan suku bunga tahun ini masih dapat dibenarkan jika inflasi tetap di atas target 2% Fed. Investor tetap terpecah pendapatnya mengenai apakah bank sentral akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember atau membiarkan biaya pinjaman tidak berubah hingga akhir tahun.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas dunia menguat 1% pada Rabu, 20 Mei 2026. Kenaikan harga emas dunia didorong harapan penyelesaian konflik Iran menekan pasar minyak. Sentimen itu juga meredakan sejumlah kekhawatiran inflasi dan menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dari level tertinggi baru-baru ini.

Mengutip CNBC, Kamis (20/5/2026), harga emas di pasar spot naik 1% menjadi USD 4.532,72 per ounce. Harga emas mencapai titik terendah lebih dari tujuh minggu sebelumnya. Di sisi lain, harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni naik 0,5% menjadi USD 4.535,30.

“Kita telah melihat jeda dari peningkatan imbal hasil yang berkelanjutan. Akibatnya, kita telah melihat harga emas menguat dari titik terendah baru-baru  ini,” ujar Direktur Perdagangan High Ridge Futures.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun sedikit turun setelah menyentuh level tertinggi sejak Januari 2025 pada Selasa pekan ini.

Sentimen Harga Emas Lainnya

Imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil.

“Segala jenis penyelesaian perang dan pembukaan Selat Hormuz akan menjadi hal positif bagi pasar emas karena ekspektasinya adalah suku bunga akan turun, dan karenanya akan menjadi peluang dan bermanfaat bagie mas,” Meger menambahkan.

Dari harga minyak menunjukkan harga minyak Brent turun setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengatakan perang dengan Iran akan berakhir dengan sangat cepat. Namun, investor tetap berhati-hati terhadap hasil pembicaraan damai karena gangguan pasokan Timur Tengah terus berlanjut.

Biaya bahan bakar yang lebih tinggi memicu inflasi, memaksa bank sentral untuk mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi. Meskipun merupakan lindung nilai inflasi, emas yang tidak menghasilkan imbal hasil berkinerja buruk dalam lingkungan suku bunga tinggi.

Investor kini memperkirakan peluang 48,6% Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga pada Desember, dan peluang 89,6% bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga saat ini pada pertemuan berikutnya pada Juni, menurut alat FedWatch CME.

Read Entire Article
Bisnis | Football |