Harga BBM Malaysia Naik Lagi, Solar Tembus Rekor RM 4,72 per Liter

10 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Harga bahan bakar minyak (BBM) di Malaysia kembali melonjak tajam untuk pekan kedua berturut-turut. Kenaikan harga BBM ini merupakan dampak konflik di Timur Tengah yang mengguncang pasar energi global.

Pemerintah Malaysia menyesuaikan harga domestik agar selaras dengan kondisi pasar internasional yang tengah bergejolak akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Dikutip dari malaymail, Kamis (19/3/2026), mulai hari ini hingga 25 Maret, harga bensin RON 97 naik drastis sebesar 70 sen menjadi RM 4,55 per liter. Sementara itu, harga solar di Semenanjung Malaysia melonjak 80 sen ke rekor baru RM 4,72 per liter.

Kenaikan ini terjadi setelah lonjakan serupa pada 12 Maret lalu, ketika konflik Iran mulai memicu kenaikan harga energi global. Saat itu, solar naik 80 sen dan RON 97 meningkat 60 sen.

Dalam dua pekan terakhir, harga solar di Semenanjung Malaysia telah naik total RM 1,60 per liter, mencerminkan tekanan besar akibat krisis energi dan volatilitas pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pemerintah Jaga Subsidi untuk Redam Dampak

Meski harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan signifikan, pemerintah Malaysia memastikan perlindungan bagi masyarakat tetap berjalan.

Kementerian Keuangan (MoF) menegaskan harga bensin bersubsidi "BUDI95" tetap dipertahankan di level RM 1,99 per liter. Sementara itu, RON 95 nonsubsidi juga tidak berubah di harga RM 3,27 per liter untuk periode ini.

Selain itu, harga solar di wilayah Sabah, Sarawak, dan Labuan tetap dijaga pada batas regional RM 2,15 per liter guna memastikan stabilitas harga di wilayah tersebut.

Pemerintah menyatakan kebijakan ini bertujuan untuk menyeimbangkan harga pasar secara bertahap, sekaligus menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah dan menengah.

Dengan mempertahankan harga BUDI95, pemerintah berupaya mencegah lonjakan biaya hidup di tengah ketidakpastian pasokan minyak global.

Kementerian Keuangan juga menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar internasional dan melakukan penyesuaian secara berkala.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat di tengah krisis energi global yang semakin memburuk.

Harga BBM Vietnam Sentuh Level Tertinggi sejak 2022, Imbas Perang Iran

Sebelumnya, harga bahan bakar minyak (BBM) di Vietnam melonjak tajam pada 7 Maret 2026, seiring makin tingginya tensi perang antara Amerika Serikat AS), Israel, dan Iran yang mengguncang pasar energi global.

Kenaikan ini mendorong harga BBM di Vietnam kembali ke level tertinggi sejak 2022, saat dunia menghadapi lonjakan harga pasca pandemi.

Dikutip dari VnExpress, Selasa (17/3/2026), Jenis bensin paling umum, RON 95-III, naik sekitar 21% atau VND 4.700 menjadi VND 27.040 per liter. Sementara itu, E5 RON 92 meningkat 17,6% menjadi VND 25.220 per liter.

Harga solar juga melonjak, bahkan menembus VND 30.000 per liter untuk pertama kalinya sejak Juni 2022. Sementara minyak tanah mencatat kenaikan tertinggi.

Lonjakan ini dipicu gangguan besar pada pasokan energi global, termasuk hampir terhentinya jalur pelayaran minyak utama dunia di Selat Hormuz.

Pemerintah Vietnam pun mempercepat penyesuaian harga di luar jadwal normal, setelah menerapkan kebijakan baru yang memungkinkan perubahan harga langsung jika terjadi lonjakan signifikan di pasar global.

Konflik Timur Tengah Ganggu Pasokan Energi Global

Lonjakan harga BBM tidak lepas dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengganggu infrastruktur energi dan jalur distribusi minyak.

Serangan militer yang dimulai pada akhir Februari memicu serangkaian balasan di kawasan Teluk Persia, termasuk serangan drone yang menutup sejumlah fasilitas energi penting.

Beberapa dampak utama antara lain:

Qatar menghentikan produksi gas alam cair

Israel menutup ladang gas utama

Kilang minyak terbesar di Arab Saudi turut terdampak

Selain itu, lalu lintas kapal di Selat Hormuz, yang menjadi jalur sekitar 20% pasokan minyak dunia, hampir terhenti.

Ratusan kapal dilaporkan tertahan di sekitar kawasan tersebut, sehingga memperparah gangguan distribusi energi global.

Akibatnya, harga minyak dunia melonjak drastis dalam waktu singkat, yang langsung berdampak pada harga BBM di berbagai negara, termasuk Vietnam.

Read Entire Article
Bisnis | Football |