Harga Emas Antam 5 Maret 2026 Bangkit Lagi, Cek Rinciannya di Sini!

2 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam berbalik arah dengan naik tipis pada perdagangan Kamis hari ini. Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam anjlok Rp 77.000.

Mengutip laman logammulia.com, Kamis (5/3/2026), harga emas Antam hari ini naik Rp 4.000 menjadi Rp 3.049.000 per gram. Pada perdagangan Rabu kemarin, harga emas Antam dibanderol Rp 3.045.000 per gram.

Sedangkan untuk harga buyback emas Antam hari ini naik lebih tinggi. Hari ini harga buyback emas Antam melonjak Rp 25.000. Dengan demikian, harga buyback emas Antam ditetapkan Rp 2.819.000.

Untuk diketahui, harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.819.000 gram.

Sebagai informasi, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas Antam Kamis 5 Maret 2026 untuk pembelian di BELM Surabaya Darmo:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.574.500
  • Harga emas 1 gram: Rp 3.049.000
  • Harga emas 2 gram: Rp 6.048.000
  • Harga emas 3 gram: Rp 9.054.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 15.060.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 30.040.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 74.935.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 149.705.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 299.840.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 747.840.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.495.400.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.989.600.000.

Harga Emas Bangkit Usai Anjlok Tajam, Potensi Cetak Rekor Baru

Harga emas dunia kembali naik pada perdagangan Rabu setelah konflik di Timur Tengah semakin memanas. Ketegangan geopolitik tersebut membuat investor kembali memburu emas sebagai aset safe haven atau pelindung nilai.

Selain itu, penguatan harga emas juga didorong oleh reli dolar Amerika Serikat (AS) yang mulai mereda setelah sebelumnya melonjak tajam.

Mengutip CNBC, Kamis (5/3/2026), harga emas spot tercatat naik sekitar 0,7% menjadi USD 5.120,71 per ons, setelah sebelumnya sempat jatuh lebih dari 4% pada perdagangan Selasa.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup naik 0,2% ke level USD 5.134,70 per ons.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan pelemahan dolar memberikan dukungan bagi harga emas.

“Dolar mengalami koreksi sehingga memberikan dukungan bagi harga emas. Secara keseluruhan, faktor fundamental makro masih sangat mendukung emas. Selama perang dengan Iran masih berlangsung, kondisi tersebut juga akan tetap menopang harga emas,” ujar Grant.

Perang AS-Iran Memicu Permintaan Aset Safe Haven

Grant menambahkan volatilitas pasar masih berpotensi berlanjut di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Ada risiko volatilitas akan terus berlanjut. Namun saya tetap optimistis dan yakin kita akan melihat harga emas mencapai rekor tertinggi baru,” katanya.

Di pasar mata uang, dolar AS melemah setelah mencatat kenaikan tajam pada perdagangan Selasa. Pelemahan dolar membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Ketegangan geopolitik meningkat setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran meluas.

Sebuah kapal selam militer AS dilaporkan menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka yang menewaskan sedikitnya 80 orang. Di sisi lain, sistem pertahanan udara NATO berhasil menghancurkan rudal balistik Iran yang diluncurkan menuju Turki.

Situasi tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran pasar global dan mendorong investor mencari aset yang dianggap aman seperti emas.

Emas sendiri dikenal sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), tetapi sering dipilih sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan inflasi, terutama ketika suku bunga rendah.

Read Entire Article
Bisnis | Football |