Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Kompak Stagnan

19 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan UBS dan Galeri24 di Pegadaian stabil pada perdagangan Senin, (16/3/2026) pukul 08.02 WIB. Harga emas buatan UBS dan Galeri24 stagnan dari harga yang ditunjukkan di laman resmi pada Minggu pagu. Harga emas UBS dipatok Rp 3.026.000 dan harga emas Galeri24 dibanderol Rp 3.012.000 per gram.

Harga jual emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian sewaktu-waktu bisa berubah.

Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.

Untuk emas Antam di laman resmi Logam Mulia, diperbarui setelah pukul 08.30 WIB.

Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian masing-masing produk dikutip dari Antara:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp1.580.000
  • 1 gram: Rp3.012.000.
  • ‎2 gram: Rp5.951.000
  • ‎5 gram: Rp14.768.000
  • ‎10 gram: Rp29.456.000
  • ‎25 gram: Rp73.244.000
  • ‎50 gram: Rp146.372.000
  • ‎100 gram: Rp292.598.000
  • ‎250 gram: Rp729.697.000
  • ‎500 gram: Rp1.459.392.000
  • ‎1.000 gram: Rp2.918.784.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp1.635.000
  • ‎1 gram: Rp3.026.000
  • ‎2 gram: Rp6.005.000
  • ‎5 gram: Rp14.839.000
  • 10 gram: Rp29.523.000
  • ‎25 gram: Rp73.660.000
  • ‎50 gram: Rp147.017.000
  • ‎100 gram: Rp293.919.000
  • 250 gram: Rp734.581.000
  • ‎500 gram: Rp1.467.437.000.
  •  

Harga Emas Dunia Masih Fluktuatif, Investor Tunggu Sinyal Fed

Sebelumnya, harga emas dunia bergerak fluktuatif sepanjang pekan lalu, berada di kisaran USD 5.000 hingga USD 5.240 per ons. Kenaikan harga terjadi hingga Selasa pagi, namun kemudian berbalik melemah secara bertahap hingga Jumat di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi konflik yang lebih panjang dan tidak menentu di Timur Tengah.

Survei Emas Mingguan dari Kitco News menunjukkan pelaku pasar di Wall Street masih ragu terhadap arah emas dalam jangka pendek, sementara investor ritel di Main Street tetap mempertahankan pandangan bullish moderat meski kinerja pekan ini kurang memuaskan.

Ahli strategi pasar senior di Forex.com, James Stanley optimistis harga emas akan kembali naik pekan ini di tengah ketidakpastian global.

“Naik. Emas telah bertahan di angka USD 5.000 di pasar spot, yang menurut saya lebih penting daripada kebanyakan. Ini menunjukkan peningkatan penerimaan, dan selama itu tetap ada, saya pikir ada peluang bagi para investor bullish untuk melakukan dorongan lagi,” ujarnya, dikutip dari Kitco news, Senin (16/3/2026).

Sentimen Geopolitik dan Moneter

Sementara itu, Rich Checkan, presiden dan COO Asset Strategies International, memperkirakan harga emas berpotensi turun dalam jangka pendek menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

“Turun. Meskipun saya percaya pasar seharusnya naik lebih tinggi dalam keadaan saat ini, minggu depan adalah minggu Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Pertemuan akan berlangsung pada hari Selasa dan Rabu, dan saya memperkirakan FOMC akan mempertahankan suku bunga tidak berubah. Inilah yang seharusnya terjadi. Dan dengan suku bunga saat ini di 3,5% dan angka inflasi resmi sekitar 2,5%, tingkat pengembalian riil sebesar 1% seharusnya tidak berdampak pada emas,” jelasnya.

Di sisi lain, Adrian Day dari Adrian Day Asset Management menilai faktor moneter masih akan menjadi pendorong utama harga emas, meski dinamika geopolitik tetap memicu fluktuasi jangka pendek.

“Naik. Faktor moneter kembali menjadi pendorong utama emas dan akan terus demikian setelah konflik Iran berakhir. Sementara itu, akan ada beberapa fluktuasi berdasarkan perkembangan dan pengumuman, tetapi, setelah reaksi awal, peristiwa geopolitik biasanya tunduk pada faktor moneter untuk emas,” tuturnya.

Hasil Survey Emas Kitco

Sebanyak 15 analis ikut serta dalam Survei Emas mingguan yang digelar Kitco News. Hasilnya menunjukkan pandangan pelaku pasar di Wall Street masih terbelah, seiring ketidakpastian arah konflik Iran yang membuat pasar keuangan bersikap hati-hati.

Dari total responden, enam analis atau sekitar 40% memprediksi harga emas akan menguat pada pekan depan. Jumlah yang sama, yakni enam analis lainnya (40%), justru memperkirakan harga emas akan turun. Sementara tiga analis tersisa, atau sekitar 20%, menilai risiko pergerakan emas dalam jangka pendek masih relatif seimbang.

Di sisi lain, jajak pendapat daring Kitco yang melibatkan 270 investor ritel menunjukkan sentimen Main Street relatif stabil dibandingkan pekan sebelumnya, meski ada sedikit pergeseran dari pandangan bearish menuju sikap yang lebih netral.

Sebanyak 169 responden atau sekitar 63% memperkirakan harga emas akan naik pada pekan depan. Sementara itu, 32 responden (12%) memprediksi harga logam mulia tersebut akan melemah, dan 69 investor lainnya atau sekitar 26% memperkirakan harga emas akan bergerak konsolidatif.

Read Entire Article
Bisnis | Football |