I.League Ubah 2 Regulasi Super League untuk Musim Depan, Kuota Pemain Asing Tetap

3 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra mengungkap persiapan dan format kompetisi Super League 2026/2027. Tak banyak perbedaan yang dilakukan, hanya saja operator menyiapkan dua regulasi baru yang harus dipatuhi 18 klub kontestan musim depan.

Super League 2026/2027 dijadwalkan berlangsung mulai September mendatang. Kompetisi musim baru tersebut akan terasa padat karena banyaknya agenda yang ada selama setahun ke depan.

Meski begitu, I.League sebagai operator kompetisi memastikan tidak akan ada perubahan signifikan terkait regulasi, apalagi format kompetisi. Aturan main Super League musim depan kurang lebih sama seperti musim lalu 

"Sebetulnya ini memang hal yang sudah kita sampaikan kepada semua club owner Super League," kata Asep Saputra di kantornya usai acara I.League Talk, Jumat (19/6/2026).

"Mungkin garis utamanya kalau di Super League kan sebetulnya sudah kita sampaikan bahwa tidak ada perubahan format. Kita masih dengan 18 klub, double round-robin, ada 306 pertandingan," tambahnya.

Kuota Pemain Asing Tetap

Selain format yang tak berubah, I.League menegaskan kuota pemain asing juga tetap. Artinya setiap klub diizinkan mendaftarkan 11 pilar impor, dengan sembilan nama saja yang bisa masuk daftar susunan pemain dan hanya tujuh pemain yang bermain di lapangan secara bersama-sama.

Regulasi terkait pemain asing ini telah diberlakukan sejak BRI Super League 2025/2026. Alasannya adalah agar klub-klub Indonesia bisa bersaing di turnamen antarklub Asia.

"Pemain asing tetap sama; ada 11 yang didaftarkan, 9 di DSP (Daftar Susunan Pemain), dan 7 yang ada di lapangan," jelas Asep.

Regulasi Pemain Muda Tak Sepenuhnya Dihilangkan

Asep menerangkan, perubahan regulasi baru ada pada aturan memainkan pemain muda dengan kategori usia di bawah 23 tahun. Musim depan, setiap klub tak lagi wajib memainkan pemain muda selama minimal 45 menit.

Tapi I.League ternyata tak serta-merta menghapus aturan terkait pemain muda. Operator tetap memasukkan aturan tersebut dengan perubahan skema berupa pemberian bonus bagi klub yang memainkan banyak pemain mudanya.

"Akan ada mekanisme insentif kepada klub yang memainkan pemain muda dalam kurun waktu tertentu. Jadi kami sudah ada formulanya, setelah melewati minimal memainkan katakanlah 3.000 menit, maka akan ada insentif dalam bentuk kontribusi finansial kepada klub-klub yang memang memberikan kepercayaan kepada para pemain muda tersebut," terang Asep.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Selain itu, I.League juga menambahkan satu aturan baru untuk Super League musim depan. Kali ini berkaitan dengan komposisi pelatih setiap klub, di mana wajib ada sosok lokal dalam tim kepelatihan teknis. "Tambahan lainnya mungkin dari sisi official, ada satu catatan bahwa kita sampaikan kepada seluruh klub Super League bahwa di kepelatihan teknis, head coach atau assistant coach harus ada unsur lokalnya," tutur Asep. Pelatih lokal tersebut harus memainkan peran sebagai pelatih kepala atau salah satu asisten teknis. Sementara untuk pelatih kiper dan fisik tidak termasuk. "Jadi misalnya ada tim kepelatihan asing, pelatih kepala, asisten pelatihnya dua asing, lalu yang lokalnya enggak ada, tapi misalnya di goalkeeper coach atau di fitness coach yang memang sangat spesifik lokal, itu tidak memenuhi," ungkapnya.   "Jadi harus ada juga di kepelatihan yang teknisnya, sesuai dengan standar di minimal di A Diploma AFC," tutup Asep.

Read Entire Article
Bisnis | Football |