Ilhan Omar Cap Trump Pedofil: Kalau Di Somalia Sudah Dihukum Mati

12 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota DPR Amerika Serikat Ilhan Omar menuding Presiden Donald Trump pedofil dan memberi sinyal bahwa pemimpin seperti itu sudah dieksekusi mati jika berada di negara asalnya, Somalia.

Omar mulanya mengomentari rekaman Trump yang mengecam jaringan penipuan di Somalia. Ia menyebut klip tersebut langkah pengalihan usai nama Presiden AS itu muncul di berkas predator seksual Jeffrey Epstein.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemimpin Partai Perlindungan Pedofil sedang mencoba mengalihkan perhatian karena namanya ada di semua berkas Epstein," kata Omar di X pada Rabu (11/2).

Omar merupakan imigran yang menjadi politikus di AS. Ia lahir di Somalia dan memeluk agama Islam. Saat ini, perempuan tersebut menjadi anggota DPR dari Demokrat mewakili Minnesota.

Dia lantas memuji langkah pemerintah Somalia yang punya tindak tegas terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

"Setidaknya di Somalia mereka mengeksekusi pedofil, bukan memilihnya," imbuh dia.

Setelah seruan itu jadi perbincangan publik, Partai Republik bereaksi.

[Gambas:Twitter]

Anggota DPR dari Partai Republik James Comer murka ke Omar. Ia menyerukan agar anggota Demokrat itu kembali ke tanah kelahirannya.

"Jika dia sangat mencintai Somalia, dia harus kembali ke Somalia. dan saya bisa bilang ke Anda," ucap Comer, dikutip Newsweek.

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat merilis 3.5 dokumen Epstein pada awal Februari.

Dalam dokumen tersebut pencarian untuk "Donald Trump" disebutkan lebih dari 1.800 kali.

Dokumen-dokumen itu banyak menjadikan artikel berita yang menyebut Trump sebagai referensi. Ini terutama relasi politikus itu terhadap Epstein di masa lalu.

Sebagaimana orang berpengaruh di New York era 1990-an, Trump disebut menjadi rekan Epstein, yang berupaya menggaet selebritas untuk memoles bisnis dia

Salah satu dokumen itu melampirkan catatan FBI terkait perempuan yang menuduh Trump memperkosanya ketika dia berusia 13 tahun. Ada pula wawancara FBI dengan salah satu korban Epstein yang menyatakan kaki tangan Epstein, Ghislaine Maxwell, pernah "memperkenalkan dia" ke Trump di sebuah pesta.

Saat ini, sulit mengungkap sepenuhnya cakupan isi jutaan dokumen itu karena skala rilisnya yang sangat besar.

Di luar itu, juga tak ada bukti tuduhan apa pun terhadap Trump dalam dokumen yang dianggap kredibel oleh FBI.

(rds/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |