Iran Beri Izin, Dua Kapal India Berhasil Melintasi Selat Hormuz

11 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Dua kapal tanker berbendera India yang mengangkut liquefied petroleum gas (LPG) dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz setelah Iran memberikan izin khusus.

Dikutip dari aljazeera, Minggu (15/3/2026), pemerintah India menyatakan kedua kapal tersebut tengah menuju pelabuhan di wilayah barat India setelah melewati jalur laut strategis itu dengan aman.

“Mereka melintasi Selat Hormuz pada pagi hari dengan selamat dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju India,” kata Sekretaris Khusus Kementerian Pelabuhan, Pelayaran, dan Perairan India, Rajesh Kumar Sinha, dalam konferensi pers di New Delhi.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman. Jalur ini menjadi salah satu rute energi paling penting di dunia.

Namun, sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir bulan lalu, Teheran disebut telah membatasi lalu lintas kapal di jalur tersebut.

Padahal, dalam kondisi normal, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap harinya.

Iran Beri Pengecualian bagi Kapal India

Duta Besar Iran untuk India, Mohammad Fathali, menyatakan Teheran memberikan pengecualian khusus bagi sejumlah kapal India untuk melintas di Selat Hormuz.

Izin tersebut menjadi langkah langka di tengah kebijakan pembatasan pelayaran yang dilakukan Iran.

Berbicara dalam sebuah forum yang diselenggarakan oleh grup media India Today di New Delhi, Fathali menyebut kapal India diizinkan melintas meski tidak merinci jumlah kapal yang mendapatkan izin tersebut.

Blokade Selat Hormuz sendiri telah mengganggu pasokan energi global. Jalur laut tersebut merupakan rute perdagangan sekitar 20 persen minyak dunia dan gas alam cair (LNG) yang diangkut melalui laut.

Iran sebelumnya menegaskan tidak akan mengizinkan pengiriman energi melalui Selat Hormuz menuju Amerika Serikat maupun negara sekutunya.

Namun India diketahui telah meminta pengecualian khusus karena ketergantungan besar terhadap energi dari kawasan Teluk.

Perdana Menteri India Narendra Modi bahkan mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk membahas kelancaran pengiriman energi dan barang dari kawasan tersebut.

India Hadapi Ancaman Kekurangan Gas Memasak

Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk telah berdampak langsung pada pasokan energi di India, terutama untuk gas memasak.

Konflik tersebut memicu kelangkaan LPG di India, negara yang memiliki hubungan panjang dengan Iran dalam sektor energi.

Pemerintah India pekan lalu bahkan menggunakan kewenangan darurat untuk memerintahkan kilang meningkatkan produksi LPG guna mencegah kekurangan pasokan.

Sebagai langkah tambahan, pemerintah juga mengurangi penjualan LPG ke sektor industri agar pasokan tetap tersedia bagi sekitar 333 juta rumah tangga di India yang menggunakan LPG.

Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pembelian gas secara berlebihan dan beralih ke gas alam jaringan (piped natural gas/PNG) jika memungkinkan.

Kementerian Perminyakan dan Gas Alam India pada Sabtu juga mengumumkan kebijakan baru yang melarang konsumen yang sudah memiliki sambungan gas jaringan (PNG) untuk menyimpan atau mengisi ulang tabung LPG rumah tangga.

Selain itu, perusahaan minyak milik pemerintah juga tidak diperbolehkan memberikan sambungan baru maupun pengisian ulang LPG kepada konsumen yang telah menggunakan jaringan gas PNG.

Read Entire Article
Bisnis | Football |