Israel Setuju Gencatan Senjata di Lebanon usai Trump Bentak Netanyahu

15 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Israel menyetujui usulan gencatan senjata dengan Beirut dan menghentikan sementara serangan-serangan di sejumlah wilayah di Lebanon.

Keputusan Israel itu diambil setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump hilang kesabaran dan membentak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dua hari lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, Israel menekankan syarat bahwa gencatan senjata itu bergantung pada "penghentian total" serangan Hizbullah dan penarikan semua anggota Hizbullah dari Lebanon selatan, dikutip dari CNN.

Kesepakatan ini tercapai setelah pemerintah Israel bersumpah akan meningkatkan tindakannya di Lebanon. Rencana itu pun mengancam menggagalkan perundingan AS-Iran. Gencatan senjata yang sedang berlangsung telah berulang kali dilanggar karena Israel dan Hizbullah terus saling menyerang.

Pembicaraan pada Rabu berlangsung hampir sembilan jam dan terjadi setelah seharian penuh pembicaraan pada Selasa di Departemen Luar Negeri AS.

Israel dan Lebanon "sepakat untuk melanjutkan jalur politik dan keamanan pada 22 Juni, dengan tujuan mencapai kesepakatan komprehensif," demikian pernyataan bersama Israel dan Lebanon.

Selain itu, AS "sepakat untuk terus memfasilitasi komunikasi antara para pihak untuk sementara waktu."

Zona kendali oleh militer Lebanon

Pernyataan bersama tersebut juga mengatakan bahwa Israel dan Lebanon telah sepakat untuk "segera memajukan pembentukan 'pilot zone' di mana Angkatan Bersenjata Lebanon akan mengambil kendali eksklusif atas wilayah tersebut, dengan mengesampingkan semua aktor non-negara."

Namun, kesepakatan itu tidak menetapkan jangka waktu untuk 'pilot zone' atau zona kendali tersebut.

"Israel menegaskan kembali bahwa keamanan dan penghormatan terhadap integritas wilayahnya hanya dapat dicapai melalui pelucutan senjata Hizbullah dan pembongkaran infrastrukturnya di seluruh Lebanon," demikian pernyataan bersama tersebut.

"Lebanon menegaskan kembali perlunya saling menghormati perbatasan yang diakui secara internasional, kebutuhan mendesak untuk implementasi penuh penghentian permusuhan, menggarisbawahi prinsip-prinsip integritas wilayah dan kedaulatan negara penuh. Lebanon berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas Angkatan Bersenjata Lebanon dengan dukungan AS untuk menegakkan kendali yang efektif di seluruh negeri," pernyataan dari pihak Lebanon.

Kesepakatan tersebut tercapai beberapa hari setelah Trump mendamprat Netanyahu melalui panggilan telepon karena PM Israel itu berencana meningkatkan serangan ke Lebanon.

Menurut dua pejabat AS dan satu sumber lain yang mengetahui isi percakapan tersebut kepada Axios, Trump mewanti-wanti Netanyahu jika ancaman Israel mengebom Beirut benar-benar terjadi, Israel akan makin dikucilkan di dunia internasional.

Dua sumber mengatakan Trump bahkan menyebut dirinya berjasa menjaga Netanyahu agar tidak masuk penjara. Ini merujuk pada dukungannya selama Netanyahu menghadapi persidangan dugaan kasus korupsi di dalam pemerintahannya sendiri.

"Anda benar-benar gila. Anda sudah dipenjara kalau bukan karena saya. Saya sedang menyelamatkan anda. Sekarang semua orang membenci anda. Semua orang membenci Israel karena ini," kata Trump kepada Netanyahu yang terdengar oleh pejabat AS itu.

Trump kemudian mengakui sempat terjadi perdebatan sengit dengan Netanyahu.

Dalam wawancara yang dipublikasikan New York Post pada Rabu (3/6), Trump mengakui bahwa dia kesal dengan Netanyahu dalam percakapan telepon itu.

"Anda mengatakan, 'Apa Anda sudah gila (Are you fucking crazy?)? Apa yang sebenarnya Anda lakukan? Saya membantu Anda agar tidak masuk penjara.' Apakah itu benar? Apakah Anda berbicara kepadanya (Netanyahu) dengan kata-kata seperti itu?" tanya pewawancara kepada Trump.

"Saya memang mengatakannya," jawab Trump.

"Saya agak kesal dengan tindakannya yang terus berperang dengan Lebanon. Saya bilang, 'Bibi, kita harus menghentikan ini.'" ucapnya menambahkan seperti dikutip AFP.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |