Jude Bellingham Dibungkam, Inggris Kehilangan Nyawa

19 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Jude Bellingham gagal menunjukkan pengaruh besarnya ketika Inggris kalah 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta. Kekalahan dramatis itu mengubur harapan The Three Lions tampil di final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 60 tahun.

Jude Bellingham bersama Harry Kane sebelumnya menjadi motor utama produktivitas Inggris sepanjang turnamen. Dari total 13 gol yang dicetak Inggris sebelum semifinal, 12 di antaranya lahir berkat kontribusi langsung dua pemain tersebut.

Inggris sebenarnya berada di ambang kemenangan setelah Anthony Gordon membuka keunggulan pada menit ke-55. Namun, Enzo Fernandez menyamakan skor pada menit ke-85 sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan Argentina melalui gol pada masa injury time.

Hasil tersebut menjadi pukulan telak bagi pasukan Thomas Tuchel. Selain keputusan taktik sang pelatih, performa lini depan yang gagal berkembang ikut berperan dalam berakhirnya perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026.

Bellingham Kehilangan Ruang

Bellingham menjadi sasaran tekanan fisik para pemain Argentina sejak awal pertandingan. Gelandang Real Madrid itu kesulitan menemukan ruang untuk mengalirkan bola maupun mengirim umpan yang mampu membelah pertahanan lawan.

Sebagian besar serangan Inggris juga lebih banyak dibangun melalui kedua sisi lapangan. Akibatnya, peran Bellingham di area tengah tidak berkembang sebagaimana biasanya.

Pergerakan khas pemain berusia 23 tahun itu menuju kotak penalti juga jarang terlihat. Minimnya suplai bola membuat ancaman dari lini kedua hampir tidak muncul sepanjang pertandingan.

Ketika Bellingham dibungkam, Inggris pun kehilangan nyawa permainan mereka.

Ketergantungan Inggris Terlihat Jelas

Harry Kane memang menjadi awal dari proses gol Anthony Gordon melalui distribusi bola yang akurat. Namun, setelah itu, kapten Inggris lebih banyak terlibat jauh dari area berbahaya sehingga peluang mencetak gol sangat terbatas.

Ketika Bellingham tidak mampu memberi perbedaan dan Kane kesulitan memperoleh bola di depan, Inggris membutuhkan kontribusi pemain lain. Morgan Rogers dan Gordon sempat menjalankan tugasnya dengan baik, tetapi pilihan pergantian pemain dari bangku cadangan gagal memberikan dampak tambahan.

Kondisi tersebut membuat kreativitas Inggris menurun pada fase akhir pertandingan. Argentina akhirnya memanfaatkan momentum untuk mengambil alih kendali laga sekaligus membalikkan keadaan menuju kemenangan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Tumbangkan Inggris, Lionel Messi: Argentina Tak Pernah Berhenti Percaya

Read Entire Article
Bisnis | Football |