Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Senin pagi di Jakarta. Penguatan kurs dolar AS terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pada awal perdagangan, rupiah tercatat melemah 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp 16.970 per dolar AS, dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di Rp 16.958 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan pelemahan rupiah tidak lepas dari meningkatnya sentimen risiko di pasar global yang mendorong penguatan kurs dolar.
“Ketidakpastian yang masih berlanjut terkait konflik di Timur Tengah (Asia Barat) turut menekan sentimen risiko di pasar, yang berdampak pada pergerakan rupiah,” ucapnya dikutip dari Antara, Senin (16/3/2026).
Menurut dia, eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan tersebut semakin meningkat setelah Gedung Putih menyatakan bahwa skala serangan terhadap Iran telah ditingkatkan melampaui perkiraan sebelumnya.
Selain itu, Pentagon juga dilaporkan mengerahkan unit ekspedisi Marinir Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah.
Situasi geopolitik tersebut memicu kekhawatiran pasar global, terutama karena kawasan Timur Tengah memiliki peran penting dalam pasokan energi dunia.
Harga Minyak Naik Dorong Penguatan Kurs Dolar
Ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah turut memicu kenaikan harga minyak dunia. Kondisi ini ikut mendorong penguatan kurs dolar AS terhadap berbagai mata uang global, termasuk rupiah.
Pada perdagangan Jumat (13/3), harga minyak Brent tercatat melonjak 2,67 persen menjadi 103,14 dolar AS per barel.
Lonjakan harga minyak tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, mengingat Timur Tengah merupakan salah satu wilayah produsen minyak terbesar di dunia.
Meski demikian, penguatan kurs dolar sempat tertahan setelah rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat untuk kuartal IV-2025.
“Angka tersebut secara mengejutkan direvisi turun menjadi 0,7 persen qoq (quarter on quarter) dari estimasi sebelumnya sebesar 1,4 persen qoq, yang mencerminkan mulai terlihatnya pelemahan pada kondisi ekonomi AS,” ungkap Josua.
Revisi tersebut memberikan sinyal bahwa pertumbuhan ekonomi AS mulai menunjukkan perlambatan.
Investor Cenderung Wait and See
Selain data pertumbuhan ekonomi, pelaku pasar juga mencermati perkembangan inflasi Amerika Serikat yang menjadi salah satu indikator utama kebijakan suku bunga bank sentral The Federal Reserve (The Fed).
Indikator inflasi pilihan The Fed, yaitu PCE Price Index, tercatat turun tipis menjadi 2,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Januari 2026, dari sebelumnya 2,9 persen yoy.
Sementara itu, Core PCE Price Index justru meningkat tipis menjadi 3,1 persen yoy dari sebelumnya 3,0 persen yoy.
Menurut Josua, kombinasi ketegangan geopolitik dan perkembangan data ekonomi global membuat investor cenderung bersikap hati-hati.
“Pada perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.900–Rp17.050 per dolar AS, seiring belum adanya indikasi meredanya ketegangan geopolitik serta sikap wait-and-see investor menjelang periode libur panjang di Indonesia yang dimulai pada Rabu (18/3) pekan ini,” ungkap Josua.
Sikap wait and see investor tersebut diperkirakan masih memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek, terutama di tengah penguatan kurs dolar dan ketidakpastian global yang masih tinggi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532640/original/049975100_1773662182-Screenshot_20260316_175520_Gallery_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493434/original/019263400_1770214265-1000225262.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529572/original/028252500_1773371796-WhatsApp_Image_2026-03-12_at_14.40.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4053875/original/070526100_1655287334-Rencana_BEA_Materai_untuk_belanja_Daring-Johan-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2824831/original/073757400_1560140444-20190610-Hari-Pertama-Kerja_-PNS-DKI-Langsung-Aktif-Bekerja2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1171883/original/027550000_1458037827-20160315-Hari-ini-BBM-turun-Rp-200-Angga-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526255/original/056299800_1773115830-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408225/original/087800200_1762766239-Menteri_ESDM_Bahlil_Lahadalia-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513741/original/067435300_1772063188-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531824/original/024760500_1773634491-Depositphotos_754900572_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3458467/original/039196400_1621321943-20210518-Harga-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4103062/original/041640700_1658923820-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531393/original/066499600_1773581949-AP26074092606010.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531388/original/079293700_1773579840-WhatsApp_Image_2026-03-15_at_19.26.41.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335457/original/041138900_1756794971-Logo_Meta..jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500369/original/050646100_1770862926-Bahlil_Lahadalia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531374/original/010459000_1773573147-IMG-20260315-WA0064.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531000/original/050131200_1773530786-6.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5001181/original/090178400_1731373008-Pekerja_di_kebun_kelapa_sawit_sedang_memuat_TBS_ke_atas_truk__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439892/original/057085000_1765411943-Ketua_Bidang_Ketenagakerjaan_Asosiasi_Pengusaha_Indonesia__Apindo__Bob_Azam-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432516/original/073839000_1764810828-AP25337701874227.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5106243/original/021351500_1737600451-IMG-20250123-WA0003.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285267/original/086412000_1752663311-20250716-Inflasi-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5442493/original/086892300_1765540230-20251212BL_Timnas_Indonesia_U-22_Vs_Myanmar_SEA_Games_2025-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432343/original/_-_Gregory_S._Widjaja_dan_Teresa_Wibowo__Direktur_PT_Aspirasi_Hidup_Indonesia_Tbk__bersama_perwakilan_Pemerintah_Kota_Jakarta_Barat__saat_simbolisasi_AZKO_Berbagi_Cahaya_untuk_Warga_Kembangan_Sela.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5422001/original/013196600_1763966343-inter_vs_milan_2025-3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425687/original/015827900_1764234657-AP25330795389555.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5420990/original/096741500_1763861245-liverpool.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428542/original/053185900_1764544104-WhatsApp_Image_2025-12-01_at_00.38.43__1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439432/original/079646600_1765357239-IMG_0218.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425002/original/013314700_1764201159-AP25330803907927.jpg)