Lamine Yamal Jadi Atlet Paling Diserang Kebencian di Media Sosial November 2025

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Sorotan terhadap Lamine Yamal tidak selalu datang dalam bentuk pujian. Pada November 2025, bintang muda Barcelona itu justru menghadapi situasi yang jauh dari kata ideal.

Sebuah laporan terbaru mengungkap fakta mengkhawatirkan. Yamal menjadi tokoh olahraga yang paling banyak menerima kebencian online sepanjang bulan tersebut.

Fenomena ini menegaskan sisi gelap popularitas di era digital. Prestasi dan ketenaran ternyata berjalan beriringan dengan risiko pelecehan di media sosial.

Bagi Yamal, tekanan itu datang di usia yang sangat muda. Namun, data menunjukkan skala masalah ini jauh lebih besar dari sekadar satu individu.

Data Oberaxe dan Skala Masalah yang Serius

Data tersebut berasal dari Observatorium Rasisme dan Xenofobia Spanyol (Oberaxe). Laporan itu menyebut Yamal menyumbang enam persen dari seluruh pesan kebencian terkait olahraga selama November.

Sepanjang bulan itu, Oberaxe mendeteksi 39.054 pesan rasis atau xenofobia di berbagai platform. Sebanyak 51 persen berhasil dihapus, menjadi tingkat penghapusan tertinggi sepanjang tahun.

Meski demikian, angka tersebut tetap memprihatinkan. Nama Yamal berada di pusat pusaran kebencian, menjadikannya target utama di dunia olahraga.

Secara kumulatif, total unggahan bermuatan rasis atau xenofobia kini mencapai 779.198. Angka itu menunjukkan betapa masif dan berulangnya persoalan ini.

Kontroversi Timnas dan Ledakan Kebencian Online

Lonjakan serangan terhadap Yamal berkaitan dengan peristiwa pada 11 November. Saat itu, ia dikeluarkan dari skuad timnas Spanyol.

Keputusan tersebut terkait tindakan medis yang disebut sebagai 'prosedur radiofrekuensi invasif untuk mengobati ketidaknyamanan di area kemaluan' tanpa sepengetahuan federasi sebelumnya.

Isu itu memicu perdebatan luas di ruang publik. Dalam hitungan hari, diskursus berubah menjadi gelombang serangan rasis di media sosial.

Yamal menerima pesan bernada merendahkan, termasuk perbandingan dengan hewan. Skala dan intensitasnya menjadikan kasus ini sorotan utama kebencian online olahraga pada November 2025, terlepas dari usia dan konteks medis sang pemain.

Sumber: BarcaUniversal

Klasemen Liga Spanyol 2025/2026

Asad ArifinTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Bisnis | Football |