Manajemen Liverpool Mulai Ambil Ancang-ancang untuk Pecat Arne Slot?

3 weeks ago 22

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen Liverpool mulai resah dengan kepemimpinan Arne Slot di tim mereka. Tim yang berbasis di Merseyside itu dikabarkan mulai mempertimbangkan serius untuk memecat pelatih asal Belanda tersebut.

Liverpool semakin tertinggal dalam persaingan finis empat besar Premier League setelah menelan kekalahan 1-2 dari Manchester City di Anfield, Minggu malam waktu setempat. Hasil tersebut membuat posisi The Reds kian tertekan di papan klasemen.

Saat ini, Liverpool menempati peringkat keenam klasemen sementara Premier League dengan koleksi 39 poin dari 25 pertandingan, tertinggal lima poin dari Manchester United yang berada di posisi keempat.

Dilansir Football Insider, tren negatif Liverpool ini mulai mendapatkan sorotan dari manajemen The Reds. Nasib Arne Slot dikabarkan mulai terancam pemecatan.

Simak informasi seputar masa depan Slot di bawah ini.

Arne Slot Terancam Dipecat di Akhir Musim

Menurut laporan tersebut, manajemen Liverpool sebenarnya masih menaruh kepercayaan kepada Slot. Pelatih asal Belanda yang sukses membawa Liverpool menjuarai Premier League pada musim 2024/2025, disebut masih akan diberi kesempatan hingga akhir musim untuk membalikkan keadaan.

Manajemen Liverpool dikabarkan akan mencoba mempertahankan Slot hingga akhir musim nanti. Mereka akan melihat apakah sang pelatih mampu untuk membalikkan situasi buruk yang sedang dialami The Reds.

Menurut laporan tersebut, jika Liverpool gagal finish di zona Liga Champions, maka mantan manajer Feyenoord itu bakal dibebastugaskan dari jabatannya selaku pelatih kepala Liverpool.

Berikan Dampak Finansial Besar

Laporan yang sama mengklaim bahwa kegagalan lolos ke Liga Champions musim depan akan jadi tiket pemecatan untuk Slot. Pasalnya manajemen The Reds menilai absennya Liverpool dari Liga CHampions itu akan memberikan dampak besar kepada keuangan klub. 

Absennya Liverpool dari Liga Champions diyakini akan memberikan dampak finansial yang besar bagi klub. Terlebih, The Reds telah mengeluarkan dana signifikan pada bursa transfer musim panas lalu, sehingga finis di empat besar dianggap sebagai target minimum yang harus dipenuhi.

Untuk bisa mengamankan tiket Liga Champions musim depan, Liverpool diperkirakan harus memenangkan setidaknya 10 dari 13 pertandingan tersisa. Namun, penurunan performa dan kualitas permainan yang cukup drastis menjadi kejutan besar bagi banyak pihak.

Sumber: Football Insider

Awas, Manchester United! Dua Klub Top Eropa Ini Siap Bajak Transfer Carlos Baleba

Read Entire Article
Bisnis | Football |