Menkop Usul Koperasi Tebu Punya Saham Pabrik Gula

6 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Mentero Koperasi, Ferry Juliantono mengusulkan koperasi memiliki porsi saham di pabrik-pabrik gula yang jadi tempat kerja para anggotanya. Hal ini disebut bisa meningkatkan daya tawar dari koperasi tersebut.

Hal ini diusulkan Ferry dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Produsen Sekunder Tebu Rakyat (KPSTR) Kabupaten Malang. Daya tawar koperasi dipandang penting dalam ekosistem industri gula nasional.

“Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah kepemilikan saham koperasi di pabrik-pabrik gula yang berada di bawah naungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali I,” ucap Ferry, mengutip keterangan resmi, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, KPSTR memiliki peran strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya melalui penguatan sektor pergulaan rakyat. “KPSTR tidak hanya menjadi wadah kelembagaan bagi petani tebu, tetapi juga mendorong terciptanya sistem usaha yang lebih terintegrasi, modern, dan berkelanjutan,” kata Ferry.

Selain itu penguatan KPSTR juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani gula. Melalui tata kelola usaha yang profesional dan berbasis anggota, petani tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga menjadi bagian dari pemilik usaha yang menikmati nilai tambah dari seluruh rantai produksi.

“Dengan demikian, koperasi menjadi instrumen penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi petani sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan,” tuturnya.

Soal hambatan permodalan, Ferry meminta Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB) Koperasi untuk merancang skema pembiayaan yang lebih adaptif dan inovatif. Tidak hanya dari sisi margin/bunga yang kompetitif, tapi juga pada pola pembiayaan yang mampu mengakomodasi dinamika kebutuhan ekosistem bisnis tebu yang dinamis.

Respons Koperasi

Ketua Umum Pengurus KPSTR Kabupaten Malang, Hamim Kholili, menyambut baik seruan Menkop Ferry Juliantono agar koperasi memiliki daya tawar tinggi.

Dia sepakat jika koperasi juga memiliki andil kepemilikan saham di pabrik-pabrik gula milik negara (PTPN dan PT Rajawali I). Menurutnya, tanpa keterlibatan aktif dan kepemilikan strategis, posisi petani tebu akan rentan tergeser oleh kekuatan industri besar.

Hamim menekankan kekuatan utama KPSTR terletak pada loyalitas para anggotanya yang berasal dari kalangan "orang bawah" atau petani tebu rakyat.

Prabowo Segera Resmikan Kopdes Merah Putih

Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan peluncuran operasional 1.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Dalam rencana, peluncuran ini akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 16 Mei 2026.

Ferry mengatakan rencana tersebut dibahas dalam rapat di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal yang turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Wakil Panglima TNI, serta Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara.

Menurut dia, peluncuran operasional koperasi direncanakan berlangsung di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Namun lokasi tersebut masih bersifat tentatif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Ferry menjelaskan koperasi yang akan dioperasikan merupakan bagian dari ribuan Kopdes Merah Putih yang pembangunan fisiknya telah selesai sepenuhnya.

“Yang akan diluncurkan operasionalnya ini kurang lebih 1.000 koperasi dari sekitar 7.200 koperasi yang sudah selesai 100 persen pembangunan fisik, gudang, gerai, alat kelengkapannya,” ujarnya dikutip dari Antara, Senin (11/5/2026).

Selain 7.200 koperasi yang telah rampung dibangun, pemerintah juga mencatat masih ada sekitar 25 ribu koperasi lain yang saat ini dalam tahap pembangunan.

Pemerintah kini mulai memfokuskan perhatian pada aspek operasional agar koperasi dapat segera berjalan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.

Penguatan Ekonomi Masyarakat

Ferry menegaskan Kopdes Merah Putih tidak hanya dirancang sebagai lembaga ekonomi semata, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa.

Menurut dia, koperasi tersebut nantinya akan menjadi salah satu instrumen penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung distribusi kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Meski baru 1.000 koperasi yang akan mulai beroperasi dalam tahap awal, Ferry memastikan program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. “Enggak, kan ini bertahap,” katanya saat menjawab pertanyaan terkait kemungkinan mundurnya target operasional koperasi.

Read Entire Article
Bisnis | Football |