Liputan6.com, Jakarta - Momen unik dalam sejarah sepak bola seringkali meninggalkan kesan mendalam, tak terkecuali kekalahan telak Brasil dari Jerman di semifinal Piala Dunia 2014. Pertandingan yang digelar di Negeri Samba ini menjadi salah satu episode paling dramatis dan memilukan bagi tuan rumah.
Insiden ini, yang kemudian dikenal sebagai "Mineirazo", tidak hanya mencoreng reputasi sepak bola Brasil, tetapi juga menjadi pengingat akan tekanan besar yang menyertai status tuan rumah di ajang sebesar Piala Dunia.
Pada 8 Juli 2014, di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Brasil harus menghadapi Jerman dalam perebutan tiket final. Dengan absennya bintang utama Neymar karena cedera dan kapten Thiago Silva karena akumulasi kartu, harapan publik Brasil untuk meraih gelar juara di kandang sendiri terbebani. Namun, yang terjadi justru di luar dugaan, sebuah pembantaian yang mengubah sejarah turnamen.
Kekalahan 7-1 ini bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan sebuah peristiwa yang mengukir luka mendalam di hati para penggemar sepak bola Brasil. Tragedi ini menjadi cermin betapa rapuhnya sebuah tim di bawah tekanan ekstrem.
Latar Belakang dan Tekanan Tuan Rumah
Brasil, sebagai negara dengan sejarah sepak bola yang kaya dan lima gelar Piala Dunia, selalu memiliki ekspektasi tinggi setiap kali berlaga di turnamen ini. Terlebih lagi, pada tahun 2014, mereka bertindak sebagai tuan rumah, sebuah status yang seharusnya memberikan keuntungan besar dari dukungan suporter. Namun, tekanan yang menyertai status tersebut justru menjadi bumerang bagi para pemain Brasil.
Zico, legenda sepak bola Brasil, pernah mengungkapkan bahwa para pemain Brasil tampak tertekan dan tidak menikmati momen tersebut, seolah-olah mereka akan berkompetisi dalam "The Hunger Games". Kondisi ini membuat mereka kesulitan menghadapi tim dengan kaliber yang sama, seperti Jerman.
Kekalahan ini menciptakan "legenda menyedihkan" baru yang dijuluki "Mineirazo", merujuk pada stadion tempat pertandingan itu berlangsung. Istilah ini mengingatkan pada "Maracanazo", kekalahan tak terduga Brasil dari Uruguay di final Piala Dunia 1950 yang juga terjadi di kandang sendiri. Brasil pun menjadi juara Piala Dunia yang belum pernah memenangkan turnamen di kandang bersama Spanyol.
Pertandingan semifinal tersebut berubah menjadi mimpi buruk bagi Brasil dalam waktu singkat. Jerman menunjukkan keganasan yang luar biasa, mencetak empat gol dalam rentang waktu hanya tujuh menit di babak pertama, antara menit ke-23 dan ke-29. Serangan brutal ini menghancurkan pertahanan Brasil dan membuat penonton terkejut. Pada menit ke-23, Miroslav Klose mencetak gol kedua Jerman, sekaligus gol ke-16 di Piala Dunia, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang masa di turnamen tersebut. Momen ini langsung memicu reaksi emosional dari para penggemar Brasil di tribun. Semenit kemudian, Toni Kroos menambah keunggulan Jerman menjadi 3-0 dengan tembakan keras dari luar kotak penalti. Tidak berhenti di situ, dari kick-off berikutnya, Kroos kembali mencuri bola, melakukan umpan satu-dua dengan Sami Khedira, dan mencetak gol keempat Jerman. Tiga menit berselang, Khedira mencetak gol kelima, melengkapi pesta gol Jerman di babak pertama. Pelatih Jerman, Joachim Low, menggambarkan perasaannya saat itu sebagai "campuran kegembiraan mutlak dan ketidakpercayaan," mengingat skor 5-0 di semifinal melawan tuan rumah. Pada jeda babak pertama, Low bahkan meminta para pemainnya untuk tidak mempermalukan Brasil lebih jauh atau menunjukkan kesombongan, sebagai bentuk rasa hormat. Dua gol tambahan Jerman di babak kedua dicetak oleh Andre Schurrle, sementara Oscar mencetak gol hiburan untuk Brasil di menit-menit akhir.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566603/original/057348800_1777200661-WhatsApp_Image_2026-04-26_at_16.36.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565705/original/024644700_1777076639-d2f9ebc9-e98d-6254-f2dc-3a6208fe5390.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372143/original/051521200_1759734859-marc_marquez_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494396/original/075635000_1770286440-Alex_Marquez.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559275/original/050811000_1776561456-Fokus_lagi_di_babak_kedua__Macan__PersijaDay__BRISuperLeague__Persija.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566669/original/014022000_1777211412-ARIYA_IBL2026_b-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492379/original/012389100_1770172312-AP26034773179009.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566666/original/009737400_1777209485-WhatsApp_Image_2026-04-26_at_20.05.40.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2818650/original/049307100_1559109846-gianluca_rocchi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5252000/original/098662300_1749820375-Liga_Italia_-_Ilustrasi_Logo_Serie_A_Musim_2025-2026_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371631/original/035007100_1759708297-strahinja_pavlovic_lloiyd_kelly_juve_milan_marco_alpozzi_lapresse_ap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566660/original/050149800_1777207616-WhatsApp_Image_2026-04-26_at_19.35.02.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566642/original/085668000_1777205903-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5543201/original/032136000_1775018979-dony_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5227269/original/006084700_1747808080-f7a4b776-2e93-4d06-b628-9070f0ad9923.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531415/original/071066900_1773586899-villa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421127/original/086143000_1763875799-persebaya_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566589/original/006021000_1777198213-IMG_20260426_170409_363.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494532/original/088044000_1770295769-0L5A4471.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473020/original/097246400_1768383522-1000205954.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4156441/original/068897800_1663062670-Emas5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482252/original/052974900_1769168891-publikasi_1769163600_69734b50b3a7d.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5031435/original/074222000_1733074128-AP24336517258860.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467577/original/035269700_1767923184-AP26008792900594.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456037/original/093352400_1766787645-G9HzWs2WgAAhOsG.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468956/original/040478600_1768038807-Al-Nassr_Cristiano_Ronaldo-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479679/original/084946100_1768985177-WhatsApp_Image_2026-01-21_at_15.06.31.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149800/original/042221500_1591853664-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456032/original/033890000_1766784357-Manchester-United-Newcastle-lisandro-martinez-sandro-tonali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5283039/original/033440500_1752499728-000_36WX98V.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456401/original/043486900_1766869079-andrea-cambiaso-juventus.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483248/original/002237600_1769348730-alwi_2.jpg)