Pemecatan Thomas Frank Picu Reaksi Mikel Arteta: Sangat Menyedihkan

3 weeks ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Tottenham resmi memecat Thomas Frank setelah rangkaian hasil buruk menyeret klub mendekati zona degradasi Premier League. Spurs kini hanya berjarak lima poin dari zona merah dan belum meraih satu pun kemenangan domestik sepanjang 2026.

Keputusan itu datang di tengah tekanan besar, meski Tottenham sempat finis keempat pada fase liga Liga Champions. Delapan laga liga tanpa kemenangan membuat posisi Frank tak lagi aman.

Di sisi lain London utara, manajer Arsenal Mikel Arteta menyampaikan reaksinya terhadap kabar tersebut. Ia mengaku prihatin atas situasi yang menimpa koleganya itu.

Arteta: Sangat Menyedihkan

Dalam konferensi pers terbaru, Arteta dimintai tanggapan mengenai keputusan rival sekota mereka untuk berpisah dengan Frank. Ia menyebut kabar tersebut sebagai sesuatu yang menyedihkan.

"Yah, selalu menjadi kabar yang sangat menyedihkan ketika Anda memiliki seorang kolega yang tidak melanjutkan pekerjaannya karena Thomas adalah pelatih yang luar biasa, dia juga sosok yang luar biasa dan dia sudah membuktikannya di liga," ujar Arteta.

"Kami tahu di mana posisi kami. Kami tahu bahwa tanggung jawab kami lebih dari sekadar performa. Terkadang hasil menentukan apa yang terjadi pada kami. Kami mendoakan yang terbaik untuk apa pun yang akan dia putuskan selanjutnya."

Tekanan dan Dinamika di Tottenham

Arteta juga menyinggung perubahan era dalam kepelatihan Premier League. Ia membandingkan situasi saat ini dengan masa panjang Arsene dan Sir Alex yang dulu bertahan lama di klub masing-masing.

"Saya pikir setiap era berbeda di setiap klub dan kami memiliki di Premier League dua manajer paling ikonik dengan Arsene dan Sir Alex juga selama bertahun-tahun. Itu telah banyak berubah dari kedua klub tersebut. Saya tidak tahu," lanjut Arteta.

Di luar pernyataan Arteta, laporan Daily Telegraph menyebut Frank sempat membuat ruang ganti Tottenham tidak nyaman karena kerap memuji Arsenal. Seorang sumber menyebut para pemain merasa jenuh mendengar pujian tersebut, bahkan sebelum dan sesudah laga di Emirates.

Frank juga menuai kritik dari suporter setelah menyebut tim Invincibles Arsenal dalam konferensi pers perdananya dan terlihat menggunakan cangkir bermerek Arsenal sebelum kekalahan dari Bournemouth pada Januari.

Nova Arianto Bongkar Kunci Bangkitnya Timnas Indonesia U-17 Vs China U-17: Disiplin Jadi Pembeda!

Read Entire Article
Bisnis | Football |