Perpecahan Internal Timnas Portugal Mencuat, Pemain Dihujat Karena Tak Oper Bola ke Ronaldo

6 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Kericuhan melanda tim nasional Portugal setelah sejumlah pemainnya, termasuk Bruno Fernandes dan Joao Neves, menjadi sasaran hujatan di media sosial. Para penggemar fanatik menuduh mereka sengaja tidak mengoper bola kepada kapten tim, Cristiano Ronaldo, dalam pertandingan pembuka Grup K Piala Dunia 2026. Insiden ini memicu spekulasi serius tentang potensi perpecahan internal di dalam skuad.

Kontroversi ini bermula setelah Portugal bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo di NRG Stadium, Houston, pada Kamis, 18 Juni 2026 dini hari WIB. Dalam laga tersebut, Cristiano Ronaldo bermain penuh selama 90 menit namun gagal mencetak gol maupun melepaskan tembakan tepat sasaran. Penampilan Ronaldo yang dianggap kurang efektif ini kemudian menjadi pemicu perdebatan di kalangan penggemar.

Akun media sosial beberapa pemain Portugal, seperti Bruno Fernandes, Vitinha, Joao Neves, dan Pedro Neto, dibanjiri komentar negatif. Penggemar menuntut "rasa hormat" kepada Ronaldo dan menuduh adanya "boikot" terhadapnya.

Unggahan Instagram Bruno Fernandes, misalnya, menerima lebih dari 20.000 komentar yang sebagian besar menyalahkannya karena dianggap tidak cukup memberikan umpan kepada superstar tersebut.

Komentar João Neves Picu Kemarahan Penggemar

Joao Neves, yang berhasil mencetak gol pembuka bagi Portugal dalam pertandingan tersebut, menjadi target hujatan paling intens setelah komentarnya pasca-pertandingan. Neves menyatakan, "Kami tahu apa yang telah Cristiano lakukan untuk kami, untuk tim nasional, dan untuk dunia sepak bola. Namun saat ini, dia dan kami semua tahu bahwa dia tidak berbeda. Dia hanyalah pemain lain di sini yang ingin membantu. Dia tidak berbeda dari pemain lain."

Meskipun maksud Neves adalah untuk membela Ronaldo dan menekankan pentingnya kerja tim, banyak penggemar fanatik menganggap pernyataan itu sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap status ikonik sang kapten. Akibatnya, Neves dan bahkan Bruno Fernandes, yang menyukai unggahan Neves, menghadapi serangan siber dan komentar kebencian di media sosial. Ini semakin memperkeruh suasana di tengah tim.

Spekulasi Perpecahan dan Pembelaan Pelatih

Situasi ini lantas memicu kekhawatiran akan perpecahan di dalam tim. Jurnalis olahraga Portugal, Vítor Pinto, wakil direktur surat kabar olahraga Record, mengungkapkan bahwa insiden semacam ini berisiko memicu "perang saudara" di dalam tim nasional. Pinto menjelaskan bahwa setiap kritik terhadap Cristiano Ronaldo cenderung memicu reaksi ekstrem dan polarisasi kuat di kalangan penggemar.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Kakak perempuan Ronaldo, Katia Aveiro, juga turut mengkritik permainan tim di media sosial, mengisyaratkan adanya "konspirasi" atau "sabotase" untuk menyingkirkan CR7 dari permainan. Bahkan, mantan pemain timnas Inggris Stuart Pearce menduga ada pemain Portugal yang sengaja tidak banyak mengoper bola kepada Ronaldo di Euro 2024, mengindikasikan pola serupa. Namun, Pinto menegaskan bahwa ia tidak percaya ada boikot terorganisir terhadap Cristiano Ronaldo di dalam skuad. Menurutnya, masalah utama justru terletak pada kurangnya komunikasi yang efektif dengan penyerang tengah dan strategi serangan yang belum mampu memaksimalkan kemampuannya. Pelatih Portugal, Roberto Martínez, juga mendapat kritik karena menolak mengganti Ronaldo meskipun performanya kurang memuaskan, di tengah spekulasi bahwa ia "takut" kepada Ronaldo. Martínez membela keputusannya, menyatakan bahwa tidak masuk akal untuk mengganti pencetak gol terbanyak dalam sejarah Portugal ketika tim membutuhkan gol. Beberapa penggemar dan pengamat sepak bola berpendapat bahwa sepak bola adalah permainan tim, dan Bruno Fernandes sebagai seorang playmaker harus mengambil keputusan berdasarkan situasi di lapangan, bukan semata-mata mengutamakan Ronaldo. Legenda Prancis, Thierry Henry, juga mengkritik Ronaldo karena dianggap egois dalam satu momen pertandingan, menegaskan bahwa timlah yang membutuhkan gol, bukan hanya individu. Di tengah kontroversi yang memanas ini, Cristiano Ronaldo mengeluarkan pernyataan singkat di media sosialnya, "Tegakkan kepala dan fokus pada pertandingan berikutnya."

Read Entire Article
Bisnis | Football |