Real Madrid vs Bayern: Los Blancos Tumbang, Arbeloa Ikuti Jejak Kelam Xabi Alonso

2 weeks ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid harus menelan pil pahit saat menjamu Bayern Munich pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026. Bermain di Santiago Bernabeu, Los Blancos justru tumbang dengan skor 1-2.

Dua gol dari Luis Diaz dan Harry Kane masing-masing di menit ke-41 dan 46 membuat tim tamu unggul. Situasi itu langsung menempatkan Madrid dalam tekanan besar di depan pendukung sendiri.

Real Madrid hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol Kylian Mbappe pada menit ke-74. Namun, gol tersebut tak cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan.

Hasil ini membuat langkah Madrid menuju semifinal semakin berat. Mereka kini wajib menang dengan selisih minimal dua gol saat gantian bertandang ke Allianz Arena pada leg kedua pekan depan.

Enam Kekalahan Jadi Alarm Serius untuk Arbeloa

Kekalahan dari Bayern Munich menambah catatan buruk bagi pelatih Alvaro Arbeloa bersama Real Madrid. Catatan dari Goal menunjukkan ini menjadi kekalahan keenam yang ia rasakan sejak mengambil alih tim pada Januari lalu.

Dalam total 19 pertandingan di semua kompetisi, Arbeloa mencatatkan 13 kemenangan tanpa sekalipun bermain imbang. Statistik ini menunjukkan inkonsistensi yang mulai menjadi perhatian serius.

Sebelum tumbang dari Bayern, Madrid di bawah Arbeloa juga sempat kalah dari Albacete di Copa del Rey. Selain itu, mereka juga takluk dari Benfica di Liga Champions serta Osasuna, Getafe, dan Real Mallorca di La Liga.

Rentetan hasil negatif ini membuat posisi Madrid semakin terjepit di berbagai ajang. Harapan meraih trofi pun mulai menipis seiring performa yang belum stabil sepanjang musim ini.

Samai Rekor Alonso, Tapi Dengan Jumlah Laga yang Lebih Sedikit

Yang lebih mengkhawatirkan, Arbeloa kini menyamai rekor negatif milik Xabi Alonso. Ia sama-sama mencatatkan enam kekalahan sebagai pelatih Real Madrid.

Namun, perbedaannya cukup mencolok dari segi jumlah pertandingan. Arbeloa mencapai angka tersebut hanya dalam 19 laga, jauh lebih cepat dibandingkan Alonso yang membutuhkannya dalam 34 pertandingan.

Pada masa kepelatihannya, Alonso menghadapi lawan-lawan berat seperti PSG, Atletico Madrid, hingga Manchester City. Ia juga sempat kalah dari Barcelona di ajang Piala Super Spanyol.

Kini, situasi Madrid kembali berada di titik rawan tanpa trofi. Mereka sudah tersingkir dari beberapa kompetisi domestik dan tertinggal dalam perburuan gelar La Liga, sementara Liga Champions juga berada di ujung tanduk usai kekalahan dari Bayern.

(Goal)

Kapten Liverpool Akui Kualitas sang Juara Bertahan

Read Entire Article
Bisnis | Football |