Sentuhan Cesc Fabregas yang Mengubah Sejarah dan Mentalitas Como

5 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Como kembali mencatatkan namanya dalam sejarah Coppa Italia. Di bawah arahan Cesc Fabregas, klub tersebut melaju ke semifinal untuk pertama kalinya sejak 1986 setelah menyingkirkan Napoli lewat adu penalti 7–6 di Stadion Diego Armando Maradona.

Keberhasilan ini mempertegas kapasitas Fabregas sebagai pelatih muda dengan progres cepat. Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu menunjukkan visi taktis yang matang dalam membangun tim.

Transformasi Como juga tak terlepas dari dukungan finansial Hartono Bersaudara. Masuknya investor asal Indonesia itu memberi fondasi kuat bagi proyek jangka panjang klub.

Kini, Como bukan lagi sekadar tim promosi. Mereka berkembang menjadi kontestan yang disegani di Serie A dan kompetisi domestik.

Dari Promosi Menuju Kompetisi Elite

Karier kepelatihan Fabregas bersama Como dimulai tak lama setelah ia pensiun. Pada 1 Juli 2023, ia dipercaya menangani tim U-19 dan tim B, sembari mengantongi lisensi UEFA A pada tahun yang sama.

Momentum besar hadir pada November 2023 ketika Moreno Longo diberhentikan. Fabregas ditunjuk sebagai pelatih interim tim utama, meski belum memiliki lisensi UEFA Pro, dan mendapat izin khusus selama satu bulan.

Musim 2023/2024 berakhir manis. Pada 10 Mei 2024, Como memastikan promosi otomatis ke Serie A setelah finis sebagai runner-up Serie B.

Awal musim di level tertinggi sempat sulit. Como bermain imbang 1–1 melawan Sampdoria di Coppa Italia sebelum kalah adu penalti, lalu tumbang 0–3 dari Juventus di pekan pembuka Serie A. Namun kemenangan 3–2 atas Atalanta pada pekan kelima menjadi titik balik penting.

Konsistensi, Kepercayaan Diri, dan Sejarah Baru

Performa Como terus menunjukkan perkembangan. Pada 19 Oktober 2025, mereka menundukkan Juventus 2–0 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, kemenangan pertama atas klub tersebut sejak 1952.

Memasuki pekan ke-24 Serie A musim 2025/2026, Como menempati posisi keenam klasemen sementara. Mereka bersaing dengan klub-klub mapan Italia.

Stabilitas permainan dan organisasi taktik menjadi ciri utama tim asuhan Fabregas. Skuad tampil disiplin, percaya diri, dan efektif dalam memanfaatkan momentum.

Pencapaian terbaru datang di Coppa Italia. Menyingkirkan Napoli lewat adu penalti dan mencapai semifinal untuk pertama kalinya dalam hampir 40 tahun menjadi simbol kebangkitan Como. Bagi Fabregas, ini bukan sekadar hasil, melainkan legitimasi atas proyek ambisius yang kini mulai diperhitungkan di Eropa.

Cedera Wataru Endo Bisa Jadi Pukulan Berat bagi Liverpool

Read Entire Article
Bisnis | Football |