Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia menyambut positif kinerja neraca dagang Indonesia yang kembali mencatat surplus pada Februari 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 mencatat surplus sebesar USD 1,27 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan Januari 2026 yang mencatat surplus sebesar USD 0,95 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menilai capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi ketahanan eksternal perekonomian nasional.
"Surplus yang terus berlanjut menunjukkan kondisi sektor eksternal Indonesia tetap solid di tengah dinamika global," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).
Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan bersama pemerintah dan otoritas terkait guna menjaga stabilitas ekonomi serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 terutama ditopang oleh kinerja positif sektor nonmigas.
BPS mencatat neraca perdagangan nonmigas surplus sebesar USD 2,19 miliar, dengan nilai ekspor mencapai USD 21,09 miliar.
Kinerja ekspor tersebut didorong oleh komoditas berbasis sumber daya alam seperti lemak dan minyak hewani atau nabati, serta produk manufaktur seperti kendaraan dan bagiannya, serta berbagai produk kimia.
Dari sisi negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India masih menjadi kontributor utama.
Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas tercatat menurun menjadi USD 0,92 miliar. Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya impor migas secara signifikan.
Dengan kinerja tersebut, Bank Indonesia optimistis sektor eksternal akan tetap kuat dan mampu menopang stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global.
Neraca Dagang Surplus USD 2,2 Miliar, Lanjutkan Tren 70 Bulan Beruntun
Sebelumnya, neraca perdagangan (neraca dagang) Indonesia masih mencatat surplus senilai USD 1,27 miliar pada Februari 2026. Alhasil, Indonesia sukses melanjutkan tren surplus selama 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Adapun secara kumulatif, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca dagang Indonesia secara kumulatif mengalami surplus hingga USD 2,23 miliar pada Januari-Februari 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, surplus tersebut ditopang oleh kinerja positif perdagangan komoditas non migas, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit.
"Hingga bulan Februari 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD 2,23 miliar. Surplus sepanjang periode Januari-Februari 2026 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas USD 5,42 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit USD 3,19 miliar," paparnya, Rabu (1/4/2026).
Nilai ekspor kumulatif periode Januari-Februari 2026 naik 2,19 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh sektor industri pengolahan yang mencatat nilai ekspor sebesar USD 37,06 miliar atau naik 6,69 persen.
Adapun tiga besar negara tujuan ekspor Indonesia adalah China, Amerika Serikat, dan India. Kontribusi ketiga negara ini sekitar 43,85 persen dari total ekspor non migas Indonesia pada Januari-Februari 2026.
China sebagai Pasar Ekspor Utama
China masih menjadi pasar ekspor utama komoditas non migas Indonesia dengan nilai mencapai USD 10,46 miliar (24,69 persen), disusul Amerika Serikat sebesar USD 5,00 miliar (11,81 persen), dan India sebesar USD 3,11 miliar (7,35 persen).
Ekspor non migas ke China pada periode Januari-Februari 2026 didominasi oleh komoditas besi dan baja, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar mineral. Sementara ekspor ke Amerika Serikat didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, alas kaki, pakaian dan aksesorisnya (rajutan).
Di sisi lain, nilai impor Indonesia secara kumulatif hingga Februari 2026 mencapai USD 42,09 miliar, atau naik 14,44 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penyumbang utama masih berasal dari sektor non migas, dengan nilai impor USD 36,93 miliar, naik 17,49 persen. Sedangkan impor migas mengalami penurunan 3,50 persen menjadi USD 5,16 miliar.
Impor Barang Modal dan Bahan Baku Penolong
Dari sisi penggunaan, peningkatan impor pada Januari-Februari 2026 secara kumulatif terjadi baik pada barang modal, bahan baku/penolong, maupun barang konsumsi. Nilai impor barang modal mencapai USD 9,10 miliar atau naik 34,44 persen. Sedangkan nilai impor bahan baku/penolong mencapai USD 29,40 miliar atau naik 9,27 persen.
Sepanjang Januari-Februari 2026, China menjadi negara utama asal impor non migas Indonesia dengan nilai USD 15,68 miliar (42,46 persen), diikuti Australia dengan nilai USD 2,07 miliar (5,60 persen), dan Singapura USD 2,00 miliar (5,41 persen).
Selanjutnya, surplus perdagangan non migas hingga Februari 2026 sebagian besar ditopang oleh lima komoditas utama, yakni lemak dan minyak hewan/nabati (USD 6,49 miliar), bahan bakar mineral (USD 4,01 miliar), besi dan baja (USD 2,70 miliar), nikel dan barang daripadanya (USD 1,97 miliar), serta alas kaki (USD 0,99 miliar).

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523351/original/063455500_1772803904-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544030/original/009918700_1775043988-IMG_0301.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543240/original/053671500_1775019895-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4490513/original/009106800_1688465333-Tarif-QRIS-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543858/original/001050500_1775037405-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_15.41.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5194128/original/049387700_1745291277-20250422-Tarif_Listrik-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4455530/original/088264200_1686047253-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542744/original/028299000_1774953890-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543238/original/086472700_1775019894-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426486/original/057330700_1764306732-Menteri_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral__ESDM___Bahlil_Lahadalia-28_november_2025a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519125/original/087787800_1772531160-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543067/original/010300800_1775013067-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_19.34.44.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4158340/original/041753300_1663171566-033118600_1662225472-ok_bbm.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525772/original/075237500_1773063271-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3243886/original/008227900_1600662631-20200921-Pertalite-Harga-Premium-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5255091/original/030740900_1750148406-WhatsApp_Image_2025-06-17_at_15.07.58__1_.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439892/original/057085000_1765411943-Ketua_Bidang_Ketenagakerjaan_Asosiasi_Pengusaha_Indonesia__Apindo__Bob_Azam-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5106243/original/021351500_1737600451-IMG-20250123-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432516/original/073839000_1764810828-AP25337701874227.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285267/original/086412000_1752663311-20250716-Inflasi-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5442493/original/086892300_1765540230-20251212BL_Timnas_Indonesia_U-22_Vs_Myanmar_SEA_Games_2025-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5257019/original/054104300_1750301338-AP25169693435713.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432343/original/_-_Gregory_S._Widjaja_dan_Teresa_Wibowo__Direktur_PT_Aspirasi_Hidup_Indonesia_Tbk__bersama_perwakilan_Pemerintah_Kota_Jakarta_Barat__saat_simbolisasi_AZKO_Berbagi_Cahaya_untuk_Warga_Kembangan_Sela.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425687/original/015827900_1764234657-AP25330795389555.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439432/original/079646600_1765357239-IMG_0218.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5420990/original/096741500_1763861245-liverpool.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432460/original/047831700_1764797498-ethan-pinnock-brentford-menghadang-declan-rice-arsenal-liga-primer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325406/original/050179800_1755971683-AP25235618626148.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348212/original/099891600_1757799146-000_74DX4GK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3457615/original/088329700_1621231850-FOTO_001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442627/original/055965500_1765548219-WhatsApp_Image_2025-12-12_at_19.39.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/682959/original/ilustrasi-bank-1-140527-andri.jpg)