Tiga Supertanker Minyak Lintasi Selat Hormuz, Sinyal Pemulihan Pasokan Global

6 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas pengiriman minyak global mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah tiga supertanker melintasi Selat Hormuz dalam waktu berdekatan.

Dua kapal tanker raksasa asal China yang membawa minyak mentah dilaporkan berlayar melalui jalur tersebut hanya beberapa jam setelah kapal tanker Yunani melintas.

Pergerakan ini terjadi beberapa hari setelah diumumkannya gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran.

Dikutip dari Yahoo Finance, Minggu (12/4/2026), peristiwa ini menandai peningkatan signifikan lalu lintas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, yang sebelumnya hampir terhenti sejak konflik pecah sekitar enam minggu lalu.

Menariknya, kapal-kapal tersebut tidak membawa minyak dari Iran dan tidak memiliki keterkaitan langsung dengan negara tersebut.

Pembukaan kembali jalur ini menjadi krusial bagi perdagangan minyak global. Penutupan Selat Hormuz sebelumnya telah menyebabkan hilangnya jutaan barel pasokan ke pasar dunia.

Kapal China dan Yunani Dominasi Pengiriman Awal

Dua supertanker asal China menjadi kapal pertama dari negara tersebut yang terpantau kembali mengangkut minyak keluar dari Teluk Persia sejak konflik berlangsung. Hal ini menjadi kabar positif bagi Beijing, meski juga menunjukkan bahwa China sempat terdampak tekanan akibat konflik tersebut.

Secara total, tiga kapal tanker tersebut memiliki kapasitas angkut sekitar 6 juta barel minyak mentah. Meski demikian, angka ini masih jauh di bawah level normal pada masa damai.

Sebagai perbandingan, Iran—yang menjadi satu-satunya negara yang masih mengirim minyak selama konflik—mengekspor sekitar 1,7 juta barel per hari pada bulan lalu. Artinya, volume pengiriman saat ini baru mencapai sekitar setengah dari kondisi normal, dan itu pun hanya dalam satu hari.

Selain itu, terdapat satu kapal tanker China lainnya, Yuan Hua Hu, yang sebelumnya berada di dekat dua kapal pertama, namun tidak mengirimkan sinyal pelacakan pada hari Sabtu.

Kapal tanker Yunani diketahui mengarah ke Malaka, Malaysia, yang menjadi salah satu jalur transit utama untuk distribusi minyak ke kawasan Asia.

Jalur Alternatif dan Harapan Stabilitas Pasar

Ketiga kapal tersebut dilaporkan menggunakan jalur utara yang melewati perairan Iran, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Teheran. Jalur ini melintasi wilayah dekat Pulau Qeshm dan Pulau Larak, serta menjauhi jalur pelayaran utama yang biasanya digunakan.

Iran sebelumnya menyatakan bahwa kapal diperbolehkan melintasi Selat Hormuz, namun harus mendapatkan izin terlebih dahulu.

Secara historis, Selat Hormuz menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia serta volume gas alam cair (LNG) global. Namun, hampir seluruh lalu lintas di jalur ini sempat terhenti hanya sehari setelah perang dimulai pada 28 Februari.

Meski data pelacakan kapal digital dapat dimanipulasi, sinyal dari ketiga kapal tersebut dinilai konsisten dengan pergerakan kapal yang sebenarnya.

Dengan mulai pulihnya aktivitas pengiriman, pasar minyak global diharapkan dapat kembali stabil. Namun, kondisi ini masih sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik, terutama hubungan antara Amerika Serikat dan Iran dalam waktu dekat.

Read Entire Article
Bisnis | Football |