Trump Mau China Bantu Lebih Banyak soal Iran: Saya Tak Terlalu Kecewa

15 hours ago 19

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump mengeluh China seharusnya bisa mengambil peran lebih besar lagi membantu menangani perang Amerika Serikat vs Iran.

Meski mengaku "tidak terlalu kecewa" dengan posisi China saat ini terkait perang di Timur Tengah, Trump menilai pemerintahan Presiden Xi Jinping bisa "lebih banyak membantu" menyusul Teheran yang tak kunjung melunak pada tuntutan AS.

"Saya tidak berpikir banyak. Saya pikir mungkin (China) membantu (soal Iran), tapi saya pikir tidak banyak yang bisa mereka (China) lakukan, kata Trump kepada Fox News ketika ditanya soal keterlibatan China dalam perang AS-Iran, seperti dikutip Anadolu Agency, Minggu (26/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka (Cina) bisa saja membantu lebih banyak lagi. Saya tidak terlalu kecewa," paparnya menambahkan.

Itu dikatakan Trump ketika China merupakan salah satu sekutu terdekat Iran selain Rusia. Selain itu, saat ini, AS-Iran juga masih belum sepakat untuk melanjutkan perundingan putaran dua yang dimediasi Pakistan.

Kedua negara menganggap masing-masing melayangkan tuntutan yang tidak masuk akal demi melanjutkan perundingan damai dan mengakhiri perang yang sudah berkecamuk sejak 28 Februari lalu ini di Timur Tengah.

[Gambas:Video CNN]

Dikutip Middle East Eye, Trump bahkan membandingkan peran China, sekutu Iran, dalam perang ini dengan dukungan AS terhadap sekutu-sekutu Negeri Paman Sam dalam konflik lain.

Trump membandingkan dukungan AS terhadap Ukraina yang hingga hari ini masih menghadapi invasi Rusia.

Dalam kesempatan itu, Trump mengaku tidak menganggap China "sangat buruk" karena tak berusaha membantu Iran lebih banyak lagi, meski sadar AS kerap ikut campur dalam konflik-konflik negara lain.

Trump dijadwalkan melawat ke Beijing, China, pada 14-15 Mei nanti untuk bertemu Xi Jinping. Ini akan menjadi kunjungan pertama Presiden AS ke China dalam hampir satu dekade.

Pertemuan presiden dua negara adidaya ini berlangsung untuk mendiskusikan perdagangan, stabilitas, dan situasi geopolitik global.

Xi dan Trump semula dijadwalkan bertemu pada Maret, namun ditunda imbas perang AS dengan Iran pecah pada 28 Februari.

Dikutip Reuters, Trump merasa pede gejolak pasar minyak global akibat perang AS-Iran maupun situasi AS-Venezuela akan memengaruhi rencana pertemuannya dengan Xi Jinping bulan depan.

"Dia adalah seseorang yang membutuhkan minyak. Kami tidak," ujar Trump.

(rds/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |