3 Senjata BI Jaga Rupiah di Tengah Gempuran Tarif Donald Trump

22 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan terus memonitor perkembangan pasar keuangan global dan juga domestik pasca pengumuman kebijakan tarif impor yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump Trump pada 2 April 2025. Dalam pengumuman tersebut, Donald Trump mengenakan tarif impor kepada 180 negara termasuk Indonesia dengan nilai berbeda-beda.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, pasca pengumuman tersebut dan kemudian disusul oleh pengumuman retaliasi tarif oleh China pada 4 April 2025, pasar bergerak dinamis dimana pasar saham global mengalami pelemahan dan yield US Treasury mengalami penurunan hingga jatuh ke level terendah sejak Oktober 2024.

"BI tetap berkomitmen untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, terutama melalui optimalisasi instrumen triple intervention yaitu intervensi di pasar valas pada transaksi spot dan DNDF, serta SBN di pasar sekunder, dalam rangka memastikan kecukupan likuiditas valas untuk kebutuhan perbankan dan dunia usaha serta menjaga keyakinan pelaku pasar," jelas dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/4/2025). 

Alasan Trump

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif dagang terbaru. Pada Rabu waktu setempat, 2 April 2025, Trump mengumumkan penerapan tarif minimal 10 persen terhadap semua impor barang dari seluruh dunia.

Langkah ini memicu kekhawatiran akan perang dagang global yang lebih besar, mengingat tarif yang lebih tinggi juga diberlakukan terhadap negara-negara tertentu yang dianggapnya sebagai 'pelanggar terburuk'. Pengumuman ini disampaikan  di Gedung Putih, di mana Trump menunjukkan poster yang menampilkan daftar tarif baru untuk berbagai negara.

Merugikan Amerika Serikat

Tarif dasar 10 persen akan mulai berlaku pada 5 April 2025, sementara tarif timbal balik yang lebih tinggi, hingga lebih dari 50 persen untuk beberapa negara, akan diterapkan mulai 9 April 2025. Langkah ini dianggap sebagai perubahan besar dalam norma perdagangan global sejak Perang Dunia Kedua.

Trump menilai, kebijakan ini ditujukan untuk melawan praktik perdagangan tidak adil yang selama ini merugikan Amerika Serikat.

Mengutip BBC, Donald Trump menuturkan, tindakan itu merupakan balasan atas kebijakan perdagangan yang tidak adil. Ia juga menambahkan kalau tindakannya sangat baik dalam mengambil keputusan.

Donald Trump menuturkan, tarif akan dipakai untuk meningkatkan manufaktur AS. Langkah tersebut juga akan membuat AS kembali kaya.

Tarif merupakan bagian utama dari visi ekonomi Trump. Ia menuturkan, tarif adalah kata favoritnya dan telah lama menjadi kritik perjanjian perdagangan bebas internasional.

Alasan Lainnya

Donald Trump menilai, tarif akan mendorong konsumen AS untuk membeli lebih banyak barang buatan AS sehingga meningkatkan ekonomi negara dan meningkatkan jumlah pajak yang dikumpulkan.

Donald Trump juga ingin perkecil kesenjangan antara nilai barang yang diimpor AS dan barang yang diekspor ke negara lain. Ia menilai, AS telah dimanfaatkan dan dijarah oleh orang asing.

Misalnya AS mengalami defisit perdagangan USD 213 miliar dengan Uni Eropa pada 2024.  Tarif pertama yang diumumkan Trump selama masa jabatan presiden saat ini menargetkan mitra dagang utama AS yakni China, Meksiko dan Kanada.

Ia menuturkan ingin berbuat lebih banyak untuk hentikan migran dan narkoba mencapai AS. Trump memberlakukan tarif 10% untuk barang-barang Cina, yang kemudian digandakan menjadi 20%.

Kemungkinan Resesi

Ia mengumumkan tarif 25% untuk barang-barang dari Meksiko dan Kanada, dan tarif 10% untuk impor energi Kanada, meskipun tarif tersebut telah ditunda dan diubah.

Ia juga telah memberlakukan tarif 25% untuk semua impor baja dan aluminium, dan tarif 25% untuk semua mobil buatan luar negeri - dengan tarif 25% untuk suku cadang mobil yang akan diberlakukan di kemudian hari.

Trump sebelumnya menolak untuk mengesampingkan kemungkinan resesi sebagai akibat dari kebijakan perdagangannya. Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan tarif "layak" meskipun menyebabkan kemerosotan ekonomi. 

Read Entire Article
Bisnis | Football |