Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sudah menjual 4,1 juta tiket dalam periode angkutan mudik lebaran 2025. Puncak arus balik lebaran diprediksi terjadi pada 6 April 2025, mengindikasikan kenaikan jumlah penumpang.
“Hingga 5 April 2025 pukul 07.00 WIB, sebanyak 4.131.904 tiket telah terjual atau setara dengan 89,99 persen dari total kapasitas," kata VP Public Relation KAI, Anne Purba, dalam keterangannnya, Sabtu (5/4/2025).
Rinciannya, tiket KA Jarak Jauh yang terjual mencapai 3.519.975 tiket dengan tingkat okupansi 102,21 persen. Sementara tiket KA Lokal terjual sebanyak 611.929 atau 53,32 persen dari kapasitas yang disediakan.
Pada periode arus mudik dan arus balik, KAI telah menyediakan 4.591.510 tempat duduk untuk perjalanan yang berlangsung dari 21 Maret hingga 11 April 2025.
Dari total kapasitas tersebut, 3.443.832 tempat duduk dialokasikan untuk layanan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) dan 1.147.678 untuk layanan Kereta Api Lokal.
Secara kumulatif, selama periode 21 Maret hingga 4 April 2025 pukul 24.00 WIB, sebanyak 3.097.168 pelanggan telah menggunakan layanan kereta api yang dikelola langsung oleh KAI.
"Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Minggu, 6 April 2025 besok. Hingga saat ini, tiket yang telah terjual untuk tanggal tersebut mencapai 209.027 tiket, terdiri dari 180.790 tiket KA Jarak Jauh dan 28.237 tiket KA Lokal," ucap Anne.
Rute Terpadat
Berikut adalah 10 relasi terpadat selama masa Angkutan Lebaran 2025:
- Gambir – Yogyakarta: 38.514 penumpang
- Gambir – Semarang Tawang Bank Jateng: 35.462 penumpang
- Yogyakarta – Gambir: 31.773 penumpang
- Semarang Tawang Bank Jateng – Gambir: 28.966 penumpang
- Pasarsenen – Lempuyangan: 27.359 penumpang
- Gambir – Cirebon: 26.869 penumpang
- Pasarsenen – Surabaya Pasar Turi: 26.543 penumpang
- Gambir – Bandung: 26.434 penumpang
- Surabaya Pasar Turi – Pasarsenen: 22.873 penumpang
- Bandung – Gambir: 22.567 penumpang.
Persiapan Puncak Arus Balik Lebaran, Kapolri Siapkan One Way Nasional 6 April 2025
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengecek langsung Rest Area Km 456 Salatiga yang menjadi salah satu favorit para pemudik lebaran 2025.
Dalam kesempatan itu, dia mengulas rencana penerapan sistem satu arah atau one way dengan skala nasional untuk menghadapi puncak arus balik lebaran yang diprediksi terjadi pada 5-6 April 2025.
"Tadi dilaporkan untuk arus mudik sudah dua kali dilaksanakan one way lokal, dan untuk arus balik saat ini sudah dilaksanakan satu kali one way lokal," tutur Listyo kepada wartawan, Sabtu (5/6/2025).
Untuk data sementara, lanjutnya, tercatat kurang lebih 40 persen masyarakat sudah terlibat dalam arus balik lebaran 2025.
"Dengan proyeksi kurang lebih 2,1 atau 2,2 juta, ada peningkatan di arus mudik kemarin yang tentunya ini harus diantisipasi karena arus balik ini waktunya lebih pendek daripada arus mudik," jelas dia.
Listyo pun memerintahkan seluruh jajaran kepolisian untuk bersiap, khususnya petugas di lapangan untuk mengatur lalu lintas dan memberikan pelayanan dengan baik.
Tidak hanya di dalam tol saja, namun mencakup bagi pemudik yang menggunakan jalur arteri yang memang sangat membutuhkan rekayasa lalu lintas secara dinamis.
"Besok (6 April) rencana kita akan melaksanakan one way nasional, sambil kita terus mengikuti traffic counting sebagai acuan kita untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan, baik one way lokal maupun one way nasional," jelas dia.
Pesan Kapolri
Listyo pun berpesan kepada seluruh pemudik dan masyarakat untuk terus berhati-hati selama di perjalanan, sehingga dapat menekan serta mengurangi angka kecelakaan.
Apabila merasa lelah, maka harus segera beristirahat dengan memanfaatkan ketersediaan rest area.
"Jangan dipaksakan. Namun demikian, kita tetap akan menyiapkan berbagai macam pelayanan dan juga rekayasa yang sudah kita siapkan, baik di arteri maupun di jalan tol, sehingga harapan kita di puncak arus balik nanti semuanya bisa terkelola dengan baik," Listyo menandaskan.