5 Masalah Manchester United yang Wajib Dibereskan Carrick di Jeda 12 Hari

10 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United memasuki jeda 12 hari antarpertandingan di tengah jadwal yang tidak biasa panjang. Situasi ini memberi Michael Carrick waktu luas untuk mengevaluasi hasil imbang 1-1 melawan West Ham.

Biasanya padatnya kalender membuat tim cepat melupakan hasil kurang memuaskan. Kali ini, Carrick justru punya banyak waktu untuk membedah performa timnya secara detail.

Minimnya laga Eropa dan tersingkir lebih awal dari Piala FA membuat jarak pertandingan menjadi lebar. United baru akan kembali bermain saat bertandang ke markas Everton pada 23 Februari.

Jeda panjang ini sempat disebut ideal untuk menggelar laga persahabatan di luar negeri. Namun tidak ada agenda uji coba yang disusun selama periode tersebut.

Carrick dikabarkan menolak tawaran pemusatan latihan di cuaca hangat dan memilih bekerja di Carrington. Para pemain mendapat libur empat hari, sementara Carrick fokus menyusun langkah demi target empat besar dan tiket Liga Champions.

Berikut lima persoalan utama yang perlu dibenahi oleh mantan gelandang Manchester United itu selama waktu jeda pertandingan.

1. Mencari Tempat Starter untuk Sesko

Sesko mulai menunjukkan nilai dari biaya transfer besarnya lewat gol indah ke gawang West Ham. Penyerang Slovenia itu kini layak kembali mendapat kesempatan sebagai starter.

Adaptasinya dari Bundesliga ke Premier League sempat tidak mudah pada awalnya. Namun sejak awal tahun, ia sudah mencetak lima gol dan beberapa di antaranya memberi tambahan poin penting bagi tim.

Menit bermainnya di era Michael Carrick masih terbatas meski sering memberi dampak saat masuk dari bangku cadangan. Laga berikutnya melawan Everton bisa menjadi momen tepat untuk memainkannya sejak awal agar tim punya opsi serangan berbeda.

2. Memaksimalkan Penguasaan Bola

Tim asuhan Ruben Amorim dan Michael Carrick terlihat lebih efektif saat tidak terlalu lama menguasai bola. Dalam beberapa laga terakhir, United justru menang dengan persentase penguasaan bola yang lebih rendah dari lawan.

Kemenangan atas Manchester City, Arsenal, dan Fulham diraih saat penguasaan bola mereka di bawah 45 persen. Saat menguasai bola lebih lama, seperti melawan West Ham, permainan United sering kurang tajam.

Lawan-lawan berikutnya tentu memperhatikan pola ini dan bisa menyiapkan strategi khusus. Carrick perlu mencari variasi permainan agar timnya tidak mudah ditebak ketika memegang bola.

Read Entire Article
Bisnis | Football |