78 Tahun 260 Hari, Dick Advocaat Ukir Sejarah Pelatih Tertua di Piala Dunia

2 days ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Curacao harus mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil pahit. Pada laga pertama Grup E yang digelar di Dallas Stadium, Senin (15/6) dini hari WIB, mereka kalah telak 1-7 dari Jerman.

Meski demikian, pertandingan tersebut tetap menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Curacao. Bukan hanya karena mereka mencetak gol pertama di putaran final Piala Dunia, tetapi juga karena sosok di pinggir lapangan yang mengukir rekor istimewa.

Pelatih Curacao, Dick Advocaat, mencatatkan namanya dalam buku sejarah FIFA. Juru taktik asal Belanda itu resmi menjadi pelatih tertua yang pernah memimpin tim dalam pertandingan Piala Dunia putra.

Rekor tersebut menjadi catatan yang sulit diabaikan di tengah dominasi Jerman. Bagi Advocaat, malam di Dallas akan dikenang sebagai momen ketika pengalaman panjangnya mencapai titik baru dalam karier kepelatihan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Dick Advocaat Pecahkan Rekor Berusia Puluhan Tahun

Saat memimpin Curacao menghadapi Jerman, Dick Advocaat berusia 78 tahun dan 260 hari. Angka tersebut membuatnya melampaui seluruh pelatih yang pernah tampil di panggung Piala Dunia sebelumnya.

Advocaat juga menjadi pelatih pertama dalam sejarah Piala Dunia putra yang memimpin pertandingan pada usia di atas 75 tahun. Rekor ini mempertegas statusnya sebagai salah satu pelatih paling berpengalaman dalam sejarah sepak bola internasional.

Catatan tersebut menempatkan Advocaat di puncak daftar pelatih tertua Piala Dunia. Ia melampaui Miroslav Koubek, Hugo Broos, Otto Rehhagel, Oscar Tabarez, Louis van Gaal, hingga Cesare Maldini yang sebelumnya menghiasi daftar tersebut.

Rekor itu bahkan masih berpotensi bertambah jauh. Saat Curacao menghadapi Pantai Gading pada laga terakhir fase grup, Advocaat diproyeksikan berusia 78 tahun dan 271 hari, sehingga memperpanjang catatan bersejarah yang baru saja ia buat.

Curacao Kalah Telak, tetapi Masih Menyimpan Harapan

Di lapangan, Curacao menghadapi tantangan yang sangat berat melawan Jerman. Tim asuhan Julian Nagelsmann tampil dominan dan menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 7-1.

Kekalahan tersebut juga mencatatkan rekor yang tidak diinginkan bagi Curacao. Mereka menjadi tim debutan pertama sejak Korea Selatan pada Piala Dunia 1954 yang kebobolan tujuh gol pada pertandingan perdana di putaran final.

Meski kalah telak, Curacao sempat menunjukkan bahwa mereka mampu memberi ancaman. Momen terbaik mereka hadir ketika Livano Comenencia mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-21 dan membuat skor menjadi 1-1.

Performa itu memberi secercah optimisme menjelang dua laga berikutnya melawan Ekuador dan Pantai Gading.

Sumber: Opta

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Piala Dunia 2026: Fakta-Fakta Unik di Balik Sukses Jerman Kalahkan Curacao 7-1

Read Entire Article
Bisnis | Football |