AC Milan Terlalu Bergantung pada Christian Pulisic

4 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Performa Christian Pulisic kembali menjadi sorotan di Italia seiring kontribusinya yang konsisten bersama AC Milan. Namun, pujian terhadap sang pemain juga diiringi peringatan soal ketergantungan tim yang dinilai berlebihan.

Peringatan tersebut datang dari Fabio Capello, pelatih legendaris Italia yang masih aktif mengamati dinamika Serie A. Ia menilai Milan terlalu bertumpu pada Pulisic dalam upaya menjaga konsistensi hasil.

Menurut Capello, ketergantungan itu bisa menjadi masalah dalam perburuan gelar, terutama ketika Milan harus bersaing ketat di papan atas Serie A musim 2025-26.

Capello Soroti Ketergantungan Milan pada Pulisic

Fabio Capello menilai AC Milan menjadi terlalu bergantung pada Christian Pulisic. Ia meragukan Pulisic bisa terus menjadi penentu hasil di setiap pertandingan sepanjang musim.

Capello juga menyinggung kondisi Milan ketika kehilangan Rafael Leao. Dalam situasi tersebut, peran Pulisic dinilai semakin berat karena tim kekurangan alternatif ancaman di lini depan.

Pandangan itu disampaikan Capello saat membahas persaingan pencetak gol Serie A musim ini. Ia melihat kualitas individu Pulisic, tetapi menilai ketergantungan berlebihan dapat menghambat upaya kolektif meraih Scudetto.

“Lautaro [Martinez] adalah pencetak gol yang konsisten dalam laga-laga penting, jadi mudah menjawab dengan kapten Inter,” ujar Capello.

“Namun, saya juga sangat terkesan dengan Hojlund, yang sedang berada dalam performa sensasional dan bisa memberi ketenangan bagi Antonio Conte soal kembalinya Lukaku.”

“Sedikit di belakang, saya melihat para penyerang Milan, Juventus, dan Roma. Rossoneri terlalu bergantung pada Pulisic, terutama tanpa Rafael Leao, tetapi pemain Amerika itu tidak selalu bisa menyelamatkan rekan setimnya dari masalah.”

Performa Individu Pulisic dan Tantangan Gelar Serie A

Meski mendapat kritik, Pulisic tetap berada dalam persaingan pencetak gol Serie A. Ia telah mencetak delapan gol di liga dan mencapai dua digit gol di semua kompetisi meski sempat mengalami cedera.

Di papan atas daftar pencetak gol, Lautaro Martinez masih memimpin. Penyerang Inter itu unggul satu gol dari Pulisic dan dinilai Capello lebih teruji sebagai penyerang tengah.

Capello menilai Pulisic mampu menjaga level individu yang tinggi. Namun, ia mempertanyakan apakah standar tersebut bisa dipertahankan dalam upaya kolektif Milan mengejar gelar juara.

Pulisic sendiri telah membantu Milan meraih Supercoppa Italiana musim lalu dan kini membidik mahkota Serie A. Klub berharap performa tersebut bisa berlanjut untuk memperkuat peluang gelar sekaligus meyakinkan sang pemain soal arah proyek tim.

Masa Depan Pulisic dan Ambisi Milan

AC Milan disebut ingin mempertahankan Pulisic sebagai figur sentral di San Siro. Kontribusinya yang konsisten dianggap penting dalam menjaga daya saing klub di level domestik.

Namun, ketergantungan yang terlalu besar juga memunculkan pertanyaan soal keseimbangan skuad. Milan dituntut menunjukkan ambisi yang sejalan dengan target Pulisic, yang akan memimpin negaranya di Piala Dunia kandang.

Pembicaraan kontrak baru dikabarkan akan digelar beberapa bulan ke depan. Milan optimistis kesepakatan bisa tercapai, tetapi mereka juga harus membuktikan bahwa tim bergerak ke arah yang tepat untuk meraih kesuksesan jangka panjang.

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Bisnis | Football |