Antonio Conte Tinggalkan Napoli dengan Ledakan Emosi

4 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Antonio Conte mengakhiri perjalanannya bersama Napoli setelah musim Serie A 2025/2026 berakhir. Pelatih asal Italia itu memilih pergi meski berhasil membawa Partenopei kembali lolos ke Liga Champions musim depan.

Keputusan Conte langsung menjadi sorotan besar di Italia. Sebab, ia baru dua musim menangani Napoli dan sempat membawa klub tersebut meraih Scudetto pada musim debutnya.

Namun, musim 2025/2026 berjalan jauh dari harapan besar publik Naples. Napoli memang finis di posisi kedua Serie A dan lolos ke Liga Champions, tetapi gagal mempertahankan gelar liga dari kejaran Inter Milan.

Situasi internal klub juga disebut menjadi alasan utama kepergian Conte. Dalam konferensi pers usai laga terakhir musim ini, Conte secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap suasana di sekitar Napoli.

Conte Pergi Setelah Menang atas Udinese

Napoli menutup musim Serie A dengan kemenangan tipis 1-0 atas Udinese pada hari Minggu. Gol tunggal Rasmus Hojlund memastikan tiga poin terakhir bagi Partenopei sekaligus mengamankan posisi mereka di papan atas.

Meski meraih kemenangan, atmosfer konferensi pers pascalaga justru terasa emosional. Antonio Conte duduk berdampingan dengan presiden klub Aurelio De Laurentiis ketika mengumumkan keputusan meninggalkan Napoli.

"Di Napoli saya gagal dalam satu hal. Saya tidak mampu menyatukan Anda. Saya telah melihat begitu banyak racun, begitu banyak gulma: mereka yang menyebarkan racun adalah orang-orang yang gagal," kata Conte.

"Napoli tidak membutuhkan ini, orang-orang ini harus pergi dari Napoli, yang membutuhkan orang-orang yang serius. Saya gagal dari sudut pandang ini, dan saya menyadari bahwa saya tidak akan pernah bisa mengendalikan lingkungan," sambungnya.

Statistik Bagus, Tapi Conte Tetap Memilih Pergi

Antonio Conte sebenarnya masih mampu membawa Napoli tampil kompetitif sepanjang musim. Napoli mengakhiri Serie A dengan 76 poin dan memastikan tiket Liga Champions untuk musim 2026/2027.

Namun, jumlah poin tersebut menjadi catatan terendah Conte dalam kariernya di Serie A bersama tim papan atas Italia. Ini juga pertama kalinya tim asuhan Conte gagal mencapai 80 poin dalam satu musim Serie A.

"Saat Anda tidak bisa melakukan itu, yang bagi saya merupakan hal mendasar untuk melawan kekuatan besar seperti Milan atau Inter, saya menyadari bahwa saya tidak bisa mengubah keadaan, dan saya mengatakan bahwa saya akan mundur selangkah," ucapnya.

Meski pergi dengan kekecewaan, statistik Conte di Napoli tetap impresif. Persentase kemenangan 62 persen miliknya menjadi yang terbaik ketiga dalam sejarah pelatih Napoli di Serie A, hanya kalah dari Maurizio Sarri dan Luciano Spalletti.

Sumber: FotMob

Viktor Axelsen Kritik Perubahan Sistem Poin 3x15 BWF, Ungkap 3 Kerugian untuk Bulu Tangkis

Read Entire Article
Bisnis | Football |